fajarnews

Hadapi MEA, Tingkatkan Penguatan SDM Perguruan Tinggi

Redaksi : Andriyana | Jumat, 6 November 2015 | 22:59 WIB

WIN
Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Rini (kanan) saat menyampaikan materi stadium general di gedung Pascasarjana, Jumat (6/11).

Fajarnews.com, CIREBON- Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan tahun 2016 mendatang. Menurut Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta, Rini mengatakan, Pemerintah Indonesia harus serius meningkatkan kemampuan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di perguruan tinggi.

 “Untuk meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA dan mengantisipasi persaingan global. Maka dari itu, Pemerintah Indonesia harus memperkuat SDM di perguruan tinggi, seperti memperkuat basic bahasa, peningkatan kemampuan informatika teknologi (IT) dan penguatan intelektual mahasiswa,” ungkap Dosen Syarif Hidayatulah Jakarta, Rini saat ditemui fajarnews.com usai mengisi materi Stadium General di Gedung Pascasarjana, Jumat (6/11).

Menurutnya, secara global negara Indonesia itu belum siap menghadapi MEA, hal ini dikarenakan posisi Indonesia berada diurutan kelima. Sedangkan Negara Asia Tenggara yang paling siap adalah Singapura, kemudian Malaysia diurutan ketiga Brunai Darussalam dan keempat Thailand.

“Ada indeks pengukuran suatu negara terkait kesiapan menghadapi MEA, seperti infrastruktur, sarana dan prasarana jalan dan SDM. Sebetulnya, Indonesia itu memiliki peluangnya sangat besar dalam peningkatan perekonomian negara Indonesia ini. Karena Negara Indonesia memiliki banyak produk unik yang bisa di ekspor ke negara luar, salah satunya batik, dan kerajinan lokal lainnya,” papar Rini.

Dikatakan Rini, penguatan SDM disetiap perguruan tinggi itu penting, pasalnya perguruan tinggi itu mencetak dan meluluskan sarjana, maupun magister. Ssetiap perguruan tinggi itu bukan sekedar meluluskan para mahasiswanya, akan tetapi harus diimbangi dengan kapasitas, kapabilitas, dan keterampilan bagi setiap mahasiswa.

“Penguatan disetiap perguruan tinggi itu sebagai untuk menguatkan SDM lulusan dari perguruan tinggi, sehingga mereka mampu bersaing dengan SDM dari luar negeri, seperti negara Singapura, Malaysia, Brunai dan juga Thailand,” ujar Rini.

Selain itu, Pemerintah Indonesia harus mendukung penuh terhadap kualitas keilmuan yang dihasilkan perguruan tinggi, pasalnya banyak lulusan Indonesia lebih memilih bekerja ke keluar negeri. Hal ini menandakan bahwa mereka itu tidak difasilitasi dan didukung akan keilmuannya.

Ketika MEA dibuka, Indonesia perlu mempersiapkan diri terutama  di sektor jasa, rumah sakit, industri, kesehatan, turis, penerbangan, pertanian, dan tekstil. Sektor inilah perlu disiapkan, karena ketika MEA terbuka, sektor tersebut bakal dirambah SDM dari luar.

“Pemerintah Indonesia nekat membuat persaingan ekonomi melalui MEA. Karena dalam hal ini SDM kita masih belum siap untuk mengikuti persaingan global, dan kalau tidak mempersiapkan diri, jangan-jangan Indonesia bakal dijadikan pangsa pasar bagi negara yang memiliki potensi yang tinggi untuk menguasai perekonomian Indonesia,” tandas Rini. (WIN)

Loading Komentar....