fajarnews

Lolos Jadi Capaskibraka Kuningan, Nunny: Ini Berkat Doa Orang Tua

Redaksi : Admin | Kamis, 11 Agustus 2016 | 14:00 WIB

SOPANDI
Nunny Chania Wardah, Capaskibraka asal SMAN 2 Kuningan.


Fajarnews.com, KUNINGAN- Lolos menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kabupaten Kuningan dengan terlebih dahulu mengeliminasi kurang lebih 281 siswa merupakan kebanggaan tersendiri bagi Nunny Chania Wardah. Baginya, keberhasilan itu tidak lepas dari peran penting doa dan dukungan kedua orang tuanya.

Pada mulanya, Nunny Chania Wardah (16) merupakan satu dari 325 pendaftar calon Paskibraka di Kabupaten Kuningan tahun 2016. Setelah mengikuti sejumlah tahapan seleksi, saat ini ia menjadi satu dari 44 Paskibraka Kuningan yang siap mengemban tugas mengibarkan bendera pada HUT Kemerdekaan RI Tanggal 17 Agustus yang akan datang.

“Sekarang pun masih calon Paskibraka. Baru nanti pas 17 Agustus saya dan teman-teman yang lain jadi Paskibraka. Nah setelah itu, baru kami menjadi Purna Paskibraka,” kata Nunny saat ditemui disela pembukaan Karantina calon Paskibraka Kuningan di Wisma Permata, Selasa (9/8).

Menurutnya, selain doa dan dukungan penuh orang tua, kunci untuk lolos menjadi menjadi calon Paskibraka adalah percaya diri. Dengan percaya diri, kata siswa SMAN 2 Kuningan itu, semua tahapan seleksi yang dilakukan oleh panitia bisa dilewati dan membuahkan kesuksesan.

“Ada banyak tahap seleksi yang saya ikuti. Mulai dari seleksi administrasi, berupa nolai raport, surat dari sekolah, dan bukti prestasi lainnya. Kemudian seleksi kesehatan, fisik, lari, sit-up dan sebagainya. Kemudian juga seleksi keterampilan dan seleksi kesemaptaan,” katanya.

Dia menerangkan, untuk menjadi Calon Paskibraka tidak hanya memiliki tinggi badan yang cukup. Melainkan, Capaskibraka juga harus memiliki prestasi yang baik dan ketrampilan seni budaya yang bisa ditunjukan dalam tahapan seleksi.

Menjadi Paskibraka, lanjut Nunny, adalah menjadi pelopor. Menurutnya, Pasukan Pengibar Bendera merupakan pahlawan masa kini. Karenanya, untuk menjadi Paskibraka harus sepenuhnya membidangi segala hal. Di antaranya, siap dites kesenian, kecakapan berbicara, tes tulis, dan tes lainnya yang tidak ada kaitannya dengan persepsi Paskibra yang berkegiatan di lapangan panas.

Dia berharap, dengan keseriusan yang dilakukannya, tim Paskibraka Kuningan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan maksimal. Pada Upacara HUT Kemerdekaan RI nanti, Paskibraka Kuningan bisa menaikan bendera dengan benar tanpa ada halangan dan kesalahan.

“Mudah-mduahan tanggal 17 nanti bisa sukses dan dilancarkan. Mohon doa dari semua masyarakat Kuningan,” kata siswa asal Desa Wanayasa Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon kepada FC.

Sementara, Kasi Pembinaan Generasi Muda Disdikpora Kuningan Bayu Rusman menerangkan, jumlah Paskibraka tersebut (44 anggota) merupakan hasil dari rangkaian tahapan seleksi yang dilakukannya. Mulai dari sosialisasi, seleksi, sampai pelatihan yang dilaksanakan sejak Bulan Februari-Agustus.

“Jumlah pendaftar ada 325 siswa. Semuanya lulus seleksi administrasi. Dari jumlah itu terus kami seleksi menjadi 44 orang. Mulai sekarang Paskibraka kami serahkan kepada Panitia PHBN untuk dikarantina atau dilakukan Pemusatan Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat),” kata Bayu

Selain 44 anggota Paskibraka itu, lanjut Bayu, pihaknya juga berhasil menghantarkan satu anggota binaannya menjadi Pasukan Pengibar Bendera di Tingkat Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, sejak awal Agustus, perwakilan Kuningan itu sudah diberangkatkan ke Bandung.

“Tahun lalu kami (Kuningan) berhasil meloloskan tiga anggota untuk tampil menjadi pasukan pengibar bendera di tingkat provinsi. Untuk kali ini hanya satu anggota saja. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat Paskibraka untuk menyukseskan perayaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI nanti,” katanya.*

 

SOPANDI

Loading Komentar....