fajarnews

AKMI Suaka Bahari Cirebon Wisuda 124 Taruna

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 27 Desember 2016 | 12:00 WIB

Hasan Hidayat
Kapusbang SDM Perhubungan Laut, Capt. Arifin Sunardjo, M.Hum menyematkan tanda pelantikan kepada para taruna.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon menggelar Wisuda, Pelantikan Kenaikan tingkat dan Pelantikan Calon Taruna Taruni angkatan ke-30  yang digelar di Lapangan AKMI Suaka Bahari, Ciperna Cirebon, Sabtu (24/12).

Direktur AKMI Suaka Bahari Cirebon, Asep Rahmat SH., MM mengatakan, tahun ini adalah tahun ke-30 AKMI Suaka Bahari Cirebon, dimana AKMI ini lahir pada tahun 1987  dan telah melahirkan lulusan sebanyak 30 angkatan.

Di AKMI ini ada tiga jurusan yakni Nautika, Teknika, dan Ketatalaksanapelayaran niaga. Dikatakan, total taruna dari tiga jurusan tersebut mencapai 1.000 taruna dan yang diwisuda pada tahun ini ada 124.

“Sejauh ini dari 30 angkatan kami telah meluluskan 5.000 taruna, dari tahun 1987 sampai tahun 2016, semuanya sudah tersebar. Kalau pelaut berada di perusahaan pelayaran nasional maupun internasional, contohnya di Eropa dan Asia,” kata Asep.

Ia mengungkapkan, ke depan AKMI akan terus mengikuti perkembangan zaman dan tetap mengikuti aturan sehingga mampu menghadapi MEA.“Di Jawa Barat hanya sedikit yang berkiprah di bidang kelautan, tentunya kita lebih survive lagi untuk meningkatkan SDM dan yang lainnya, sehingga kemanapun pelaut kita sudah siap,” ungkapnya.

Kapusbang SDM Perhubungan Laut, Capt. Arifin Sunardjo, M.Hum selaku inspektur upacara mengatakan, upacara semacam ini merupakan tradisi di lingkungan pendidikan di bidang kemaritiman yang diselenggarakan setiap selesai menempuh pendidikan baik saat mencapai jenjang predikat Diploma-III (Ahli Madya), kenaikan tingkat dan ditetapkan secara resmi menjadi taruna.

“Alhmadulillah, AKMI Suaka Bahari Cirebon telah mampu secara konsisten dalam memenuhi persyaratan tersebut dan sudah mencapai 30 tahun telah banyak meluluskan taruna,” ujarnya.

Pada awal tahun 2017 tepatnya Bulan Januari, peraturan pelaut internasional telah resmi memberlakukan SCTW 1978 Amandemen 2010 di Manila. Persyaratan berdasarkan amandemen tersebut mutlak dan harus dipenuhi oleh seluruh lembaga pendidikan profesi kemaritiman baik milik pemerintah mupun dikelola masyarakat.

“AKMI adalah salah satu pendidikan tinggi di bidang kemaritiman, dalam aktivitas operasionalnya senantiasa mengikuti dan memedomani peraturan yang dipersyaratkan baik dari Kementerian Perhubungan maupun Kementrian Ristek dan Dikti,” jelasnya.

Capt. Arifin Sunardjo berpesan kepada wisudawan/wisudawati dan para taruna/taruni agar dapat memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. 

HASAN HIDAYAT

 

Loading Komentar....