fajarnews

KLH Kota Cirebon Dorong Sekolah Raih Adiwiyata Mandiri

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 28 Desember 2016 | 09:15 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cirebon terus mendorong sejumlah sekolah di semua tingkatan untuk meraih Adiwiyata Mandiri pada program Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) yang digagas langsung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Seksi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Kasie Amdal) KLH Kota Cirebon, Dhoni Cachyadi kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (27/12). Menurutnya, sesuai dengan amanat dalam Permen LH Nomor 5 Tahun 2013, maka pihaknya akan terus mendrong semua sekolah untuk mengikuti program SBL tersebut.

"Mengenai programnya, tentu ada beberapa tingkatan yang harus dilalui oleh setiap sekolah sehingga mencapai peringkat Adiwiyata Mandiri," kata Dhoni.

Ia memaparkan, dimulai dari penilaian dari tingkat kota yang nantinya akan memperoleh adiwiyata tingkat kota. Kemudian, maju ke tingkat Adiwiyata provinsi, terus hingga menuju Adiwiyata tingkat nasional. Barulah setelah mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat nasional level terakhir adalah Adiwiyata mandiri, yang mana penghargaannya langsung diberikan oleh Presiden Republik Indonesia. "Ada jenjangnya, tingkat kota penghargaan dari walikota, provinsi dari gubernur, tingkat nasional dari menteri, baru untuk Adiwiyata mandiri itu dari presiden," terangnya.

Ia menuturkan, dalam penilaiannya sendiri, di semua tingkatan sama, yakni menggunakan empat kriteria yang difokuskan di bidang penghijauan sekolah dan pengelolaan sampah. Lebih lanjut lagi, empat kriteria atau komponen penilaian yang dimaksudkan adalah sisi kebijakan sekolah tentang dua hal tadi, sisi kurikulumnya, sarana dan prasarana serta sejauh mana partisipasi para siswa dalam mengelola sampah dan program penghijauan di sekolah.

"Setiap tingkat ada penilaiannya, namun untuk komponen yang dinilai semua sama, dari mulai tingkat kota hingga Adiwiyata mandiri sama semua," imbuh dia.

Berdasarkan data tahun 2016 di Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cirebon menyebutkan bahwa sekolah yang sudah mencapai level Adiwiyata Mandiri baru ada dua yakni SMPN 8 Kota Cirebon yang memperoleh Adiwiyata Mandiri tahun 2012, serta SMAN 3 yang mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri pada tahun 2014.

"Untuk tingkat SD, hingga saat ini kita belum ada yang mencapai level itu. Tapi baru SDN Ketilang saja yang mencapai level tertinggi, yakni mencapai Adiwiyata Nasional pada tahun 2015 lalu, tapi belum mandiri," tutur Dhoni.

Ia pun berharap sebagai leading sector pada program ABL di daerah, maka pihaknya akan terus medorong dan memotivasi setiap sekolah untuk bisa sedikit-demi sedikit menjajaki semua tingkatan yang ada, hingga mencapai level tertinggi yakni Adiwiyata Mandiri. "Semoga semua jenjang sekolah di Kota Cirebon bisa mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri, dan semakin bertambah lagi sekolah yang ikut dalam lomba ini," tandasnya.

WINARNO

Loading Komentar....