fajarnews

Aher Lantik Ahmad Hadadi sebagai Kadisdik Jabar yang Baru

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 2 Januari 2017 | 09:15 WIB

Irgun
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengambil sumpah jabatan dalam acara pengukuhan dan pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemprov Jabar.*

 

Fajarnews.com, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan (Aher) melantik Ahmad Hadadi menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggantikan Asep Hilman yang tersandung masalah korupsi di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (31/12). Ahmad Hadadi sebelumnya telah menjabat sebagai Asisten Kesejahteraan Rakyat pada Setda Prov. Jabar.

Pelantikan Kadisidik Jabar tersebut merupakan jawaban atas keinginan DPRD Jabar agar kekosongan jabatan yang ditinggalkan Kadisdik lama, Asep Hilman segera terisi karena Asep Hilman berstatus terangka dalam kasus korupsi di lingkungan Disdik Jabar.

Selain itu, gubernur juga melantik para pejabat esselon II (pengguna anggaran), Eselon III (tim anggaran) dan Eselon IV (pengelola keungan) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 188 pejabat yang dilantik terdiri dari  Eselon 1 (Sekda Prov. Jabar), Eselon II A (46 orang), Eselon II B (13 orang), Esselon III A (22 orang),  Eselon III B (1 orang) dan Eselon IV A (105 orang). Sedangkan Eselon II lainnya dikukuhkan sebagai konsekuensi adanya SOTK yang baru.

Sementara yang dilantik sebagai pejabat baru pada Eselon II diantaranya, Kepala Kesbangpol Jabar, Ruddy Gandakusumah dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hendi Jatnika.  Hadir dalam acara pelantikan itu, Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Pimpinan DPRD Jabar, Bobby Ho dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Aher menegaskan, jabatan ini bukan kemuliaan. Jabatan ini adalah beban dan tanggungjawab. Manakala beban dan tanggung jawab ini dilaksanakan dengan amanat baru menjadi kemuliaan.

“Justru ketika jabatan itu dilaksanakan dengan tidak penuh amanat, dengan kecurangan, dengan tidak tanggungjawab, dengan kelalaian, saya khawatir bukan kemuliaan yang akan digapai oleh kita semuanya, tapi yang akan terjadi adalah kehinadinaan di hadapan pertanggungjawaban di mahkamah Tuhan Yang Maha Kuasa di hari kiamat,” ujar Aher.

Dikatakannya, jabatan itu amanat dan kemana amanat itu harus disalurkan, tentunya harus disalurkan kepada kesetiaan terhadap negara yaitu presiden dan gubernur.  Ditambahkan Aher, di tingkat provinsi ini hanya ada satu matahari, yaitu gubernur yang dibantu oleh wakil gubernur. Tapi wakil gubernur bukan matahari, tapi bagian dari matahari, "Tidak boleh ada dua matahari," tegasnya.

Aher minta agar pejabat menggunakan semua fasilitas yang ada termasuk tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) untuk kebermaknaan hidup. "Hanya dua yang saya inginkan, yaitu loyalitas dan kinerja. Mari kita hadirkan kinerja yang bagus dan loyalitas yang bagus untuk keberhasilan pembangunan Bangsa Indonesia,” pungkas Aher. (Irgun)

Loading Komentar....