fajarnews

Siswa SMKN 1 Kota Cirebon Ciptakan Aplikasi untuk Pemilihan Ketua OSIS

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 4 Januari 2017 | 13:45 WIB

Winarno
Siswa SMKN 1 Kota Cirebon, Raden Muhammad Saleh Idris menunjukkan hasil inovasi aplikasi sistem pemilihan ketua OSIS baru pada 2016 lalu.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Salah satu siswa kelas XII jurusan rekayasa perangkat lunak SMKN 1 Kota Cirebon bernama Raden Muhammad Saleh Idris berhasil menciptakan aplikasi yang bisa digunakan untuk pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) baru pada 2016 lalu.

Raden, panggilan akrabnya mengatakan, inspirasi awal membuat aplikasi tersebut ketika dirinya melihat repotnya pemilihan ketua OSIS di sekolahnya pada tahun lalu.

"Saya mencoba mencari solusi agar penyelenggaraan pemilihan ketua OSIS dilakukan sesimple mungkin. Sehingga saya memikirkan bagaimana caranya agar bisa membuat sebuah inovasi pemilihan agar lebih gampang dan mudah," kata Raden kepada fajarnews.com, Selasa (3 /1).

Pada pemilihan ketua OSIS tahun lalu, Raden mengamati bahwa pemilihannya itu sangat repot sekali dari mulai pencoblosan hingga penghitungan. Maka dari itu, dirinya kemudian membuat sebuah inovasi pemilihan melalui perangkat lunak dengan membuat aplikasi bernama sistem pemilu 2016.

"Cara kerjanya cukup simpel. Misalkan bilik suara itu ada empat, maka di setiap bilik ada satu PC yang sudah terinstal aplikasi sistem pemilu 2016 di dalamnya. Maka si pemilih hanya tinggal mengklik nomor urut berapa yang akan dipilihnya," jelasnya.

Jadi, lanjut dia, pemilih hanya tinggal mengklik saja, kemudian data hasil pemilihan akan terekap secara otomatis dan tersimpan dalam data komputer. Aplikas ini sudah diujicobakan pada pemilihan ketua OSIS tahun ini.

"Adanya aplikasi ini tentu ada efisiensi tersendiri yang dihasilkan, mulai dari efisiensi waktu, dan tak perlu memakai surat suara lagi ditambah tidak perlu ada penghitungan suara karena data sudah tercatat dengan sendirinya," tuturnya.

Ia menilai aplikasi buatannya itu masih memerlukan pengembangan lagi. Pasalnya, aplikasi sistem pemilu 2016 masih bersifat offline, sehingga transfer data ke perangkat lain masih dilakukan secara manual.

"Ya saya ingin ada aplikasi buat pemilihan yang simpel. Saat pemilu OSIS kemarin dipakai. Ada empat laptop di bilik suara dan setiap laptop menyimpan hasil dari pencoblosan. Dari empat laptop itu, rekapnya masih manual karena aplikasi ini masih berbasis offline," harap dia.

Makanya ke depan dirinya pun berencana akan mengembangkan aplikasi sistem pemilihan tersebut supaya berbasis online. "Saya berharap semoga aplikasi ini nantinya bisa lebih terintegritas secara online. Sehingga ke depan pun aplikasi ini bisa digunakan sekolah lain dalam pemilihan ketua OSIS dan lain-lainnya," pungkasnya. 

WINARNO

Loading Komentar....