fajarnews

Kalah Saing dengan Sekolah Swasta, SDN Kampung Melati Kini Tinggal Kenangan  

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 4 Januari 2017 | 09:30 WIB

Wildan
SD Negeri Kampung Melati di Jalan Sudarsono, Kelurahan Kesambi Kota Cirebon, kini tinggal kenangan.*

Fajarnews.com, CIREBON- Suasana riang anak-anak sekolah menimba ilmu di SD Negeri (SDN) Kampung Melati di Jalan Sudarsono, Kelurahan Kesambi Kota Cirebon, kini tidak lagi terlihat. Tawa dan canda anak-anak SD yang berlarian saat istirahat sekolah, kini hanya tinggal kenangan.

SDN Kampung Melati itu, kini hanya menyisakan bangunan kosong. Sejak tiga tahun lalu, sekolah itu telah dimerger dengan sekolah lain. Maraknya sekolah swasta yang ada di kawasan itu, membuat sekolah pertama yang ada di kawasan itu dan pernah menjadi favorit warga sekitarnya, kalah bersaing.

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terpaksa mengambil kebijakan merger (penggabungan) dengan sekolah lain, pada tahun 2014 lalu. Kebijakan merger itu terpaksa dilakukan karena dalam satu kelas jumlah siswa tidak kurang dari 5 orang. Rupa-rupanya, warga sekitar tidak lagi berminat menyekolahkan anak-anak mereka ke SDN Kampung Melati. 

“Karena dari tahun ke tahun persaingan kualitas sekolah antara favorit dan tidak favorit, SDN Kampung Melati semakin kurang tidak diminati, terutama di sekitar sekolah ini banyak berdiri sekolah swasta yang dari segi fasilitas dan kualitas lebih baik,” kenang penjaga SDN Kampung Melati, Bintoro (57), Selasa (3/1).

SDN Kampung Melati memang dikelilingi sekolah swasta yang dari segi fasilitas lebih memadai, seperti Geeta School, SD Al-Azhar, Bunga Bangsa dan SD Nirmala. Warga sekitar pun akhirnya lebih memilih menyebar anak-anak mereka ke SDN lain, seperti SDN Sigendeng, SDN Simaja, SDN Sadagori, SDN Silih Asih dan lainnya.

Bintoro mengungkapkan, karena bangunan SDN Kampung Melati tidak digunakan sebagai aktivitas sekolah, maka bekas bangunan dengan ruang kelas yang kosong itu dimanfaatkan oleh para atlet untuk latihan. Kebetulan juga, lokasinya berada di belakang UPTD PORS.

“Biasanya, di hari Minggu para atlet judo, tenis meja, silat dan gulat memanfaatkan ruangan di sini untuk berlatih,” ujarnya.

Bintro berharap pemerintah daerah kembali bisa memperbaiki kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan, dan tidak terawat. “Saya di sini hanya sebagai petugas jaga saja. Baiknya, bangunan ini diperbaiki karena kalau diperbaiki akan lebih bermanfaat, baik untuk kegiatan atlet atau sekolah lagi,” ujarnya. 

WILDAN

Loading Komentar....