fajarnews

Hari Ini Unswagati Adakan Wisuda Sarjana dan Magister

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 7 Januari 2017 | 07:45 WIB

Dok FC
Rektor Unswagati, Rochanda Wiradinata memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar wisuda XLVI sarjana dan magister untuk gelombang II tahun akademik 2016/2017 selama dua hari di Auditorium Unswagati Kampus I, Sabtu-Minggu (7-8/1).

Pada wisuda kali ini, wisudawan yang meraih IPK tertinggi program sarjana diraih Andini Tresnaningsi dari program studi Pendidikan Matematika, dengan IPK 3.70,  dan dari Program Magister Budi Santoso dari Program Studi Ilmu Administrasi dengan IPK 3,75.

Rektor Unswagati, H. Rochanda Wiradinata mengatakan, wisuda yang sekaligus sebagai rangkaian peringatan hari lahir (dies natalis) dirayakan dengan penuh syukur dan kebahagiaan pada usia Unswagati yang ke-55 tahun.

“Dies Natalis Unswagati ke-55 ini merupakan momentum yang sangat baik untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri, sekaligus momentum untuk meningkatkan komitmen dan dedikasi segenap civitas akademika mewujudkan mimpi Unswagati sebagai Excellent Teaching University yang berbasis pada ciri khas leading in learning based on local wisdom dangan motto kampus ilmiah, mandiri, dan religius,” ujar Djohan, panggilan akrabnya.

Ia menyampaikan, selama ini Unswagati telah menjalin dan meningkatkan kerjasama baik dengan perguruan tinggi di dalam negeri, seperti Unpad, UPI, Undip, UNS, UNY, Unnes, UMY, Unpas, Universitas Udayana di Bali, dan Universitas Andalas di Padang.

Kemudian, lanjut dia, juga kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri, dengan Mastrisht University, Mastrisht School of Management di Belanda, University de Poiters di Paris Prancis, UiTM, Universitas Slangor, dan Universitas Kebangsaan Malaysia di Kuala Lumpur Malaysia, Griffith University, RMIT, dan Central Quesland University di Australia, dan yang terakhir dengan, Kyushy Institute of Technology di Fukuoka Jepang.

Ia menjelaskan, adanya kewajiban perguruan tinggi dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2012 yang mengharuskan semua perguruan tinggi mengikuti Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), maka Unswagati telah berhasil meraih dan menerima Sertifikat AIPT dengan  peringkat akreditasi B.

“Ini artinya Unswagati telah terakreditasi dengan prestasi yang membanggakan, karena masih sedikit PT khususnya PTS di Jawa Barat yang telah terakreditasi dengan peringkat yang membanggakan. Sebagai informasi, dari 480 PT baru satu PTS yang mendapatkan peringkat akreditas A, dan 9 yang mendapat akreditasi B, di dalamnya termasuk Unswagati, dan selebihnya terakreditasi C,” terang dia.

Prestasi

Seiring dengan akreditasi B yang diraih Unswagati, lanjutnya, sejumlah mahasiswa banyak juga yang telah meraih prestasi, seperti juara I lomba pasar modal tingkat nasional, oleh Sandi Firmanullah dari FE dan juara II lomba essay tingkat nasional oleh Isna Silvia dari Prodi Matematika FKIP.

Bahkan, aku dia, Unswagati juga mendapat kepercayaan sebagai Penyelenggara Program Pertukaran Mahasiswa (Permata) Nasional juga sebagai wakil Indonesia dalam Program Sakura Science yang diselanggarakan Kyushu Intitute of technology di Fukuoka Jepang atas nama Tiar M. Pratamawat sebagai pemateri Malaysia-Indonesia International Conference on Economics, Management and Accounting, Journal of Applied Business and Economic Research, atas nama Hj Ida Rosnidah, dan Pemakalahan dan Proceeding pada International Conferences for Interdisciplinary Studies (ICIS), di Yongsam University, Busan Korea Selatan, dengan tema: “Management Development system of Colloge Performance, (Study Influence of Individual Anilities, Creativity, and Chief Environment Faktors on The Performances of Private Universities In West Java), atas nama Rochanda Wiradinata dan masih banyak prestasi lainnya.

Rektor berpesan agar dipahami bahwa para lulusan adalah duta Unswagati sehingga dalam hal ini pihaknya menitipkan nama lembaga apabila lulusan berhasil di masyarakat, maka nama universitas akan terbawa baik juga. “Karena itu nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan seharusnya tetap tertanam pada diri setiap lulusan,” tandasnya.

WINARNO

 

Loading Komentar....