fajarnews

Terkendala Sarpras, SMP Negeri di Kota Cirebon Belum Bisa Terapkan UNBK

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 11 Januari 2017 | 09:15 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menginstruksikan agar seluruh SMP, SMA dan SMK di Indonesia menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun tahun ini, SMP negeri di Kota Cirebon belum bisa menerapkannya, lantaran terbentur biaya pengadaan komputer. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Diksar) Disdik Kota Cirebon, Adin Imaduddin Nur kepada fajarnews.com di ruang kerjanya, Selasa (10/1). Menurutnya, awalnya ada dua SMP negeri yang berniat untuk menerapkan UNBK, lantaran pengajuan pengadaan komputer tak direalisasikan oleh Kemendikbud, sehingga dua sekolah tersebut dibatalkan menerapkan UNBK.

"Jadi tahun ini, semua SMP negeri di Kota Cirebon belum siap untuk menerapkan UNBK, sehingga sekolah negeri tersebut menerapkan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK)," kata Adin.

Sementara itu, untuk SMP swasta yang menerapkan UNBK pada tahun ini, yaitu SMP Santa Maria, SMP Wahidin, SMP Pelita Bangsa dan SMP BPK Penabur. Untuk SMP BPK Penabur memang sudah menerapkan UNBK sejak tahun 2016 lalu. 

"Jadi untuk SMP swasta, tahun ini ada tiga sekolah yang menerapkan UNBK. Sedangkan SMP negeri saat ini masih belum bisa, karena kesulitan di komputernya," imbuhnya. 

Dirinya berharap ke depan SMP negeri bisa menerapkan UNBK, karena program ini merupakan imbauan dari Kemendikbud. Ia mengaku meski ada empat sekolah yang akan menerapkan UNBK. Namun, untuk simulasi, latihan atau praktik UNBK belum dilaksanakan. Pasalnya, saat ini masih tahap pendataan terlebih dahulu dan kemudian dikirimkan ke kementerian. 

"Padahal adanya UNBK ini tingkat kejujurannya lebih tinggi dibanding UNPK, karena pengerjaan soal langsung dikirim secara online," pungkasnya.

WINARNO

 

Loading Komentar....