fajarnews

Unswagati Bangun Gedung Kuliah Baru dan Kantor Yayasan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 17 Januari 2017 | 09:15 WIB

Winarno
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), H. Asep Djadjuli meletakkan batu pertama pembangunan gedung kuliah di kampus I.*

Fajarnews.com, CIREBON- Setelah meraih akreditasi institusi dengan peringkat “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus membangun sarana dan fasilitas kampus. 

Salah satunya dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung kuliah baru di kampus I Jl Pemuda dan kantor yayasan di area Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa), serta ziarah ke makam Sunan Gunung Jati pada puncak kegiatan Dies Natalis ke-55 Unswagati, Senin (16/1). 

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), H. Asep Djadjuli mengatakan, gedung kuliah baru yang akan dibangun di bagian timur kampus I memiliki luas tanah 11.40 m persegi dan luas bangunan 2.199 m persegi. 

"Bangunan yang akan dibangun tiga lantai tersebut lantai satu ruang ditempati kegiatan bisnis dan kelas, sedangkan lantai dua dan tiga untuk kelas dengan jumlah seluruhnya sebanyak 20 ruangan," ungkap H. Asep Djajuli. 

Sedangkan untuk kantor yayasan dengan luas 284 meter persegi dibangun dua lantai. Lantai satu untuk ruang pembina, ruang yayasan dan ruang rapat, lantai dua untuk staf dan Badan Pengembangan Usaha (BPU) yayasan.

"Anggaran untuk membangun kampus satu dialokasikan Rp 8,8 miliar dan kantor yayasan Rp 1,3 miliar. Tahun depan akan membangun lagi ruang kuliah di kampus 2 yang sekarang ditempati FKIP," tutur dia. 

Sementara itu, Rektor Unswagati, H. Rochanda Wiradinata mengatakan, sesuai amanat Kemenristekdikti bahwa perguruan tinggi yang baik apalagi Unswagati yang sudah meraih akreditasi B maka harus memenuhi tiga unsur. Pertama, jumlah mahasiswa, kedua jumlah rasio dosen dan mahasiswa sesuai dan ketiga keberadaan sarana-prasarana serta fasilitas.

"Itu sebagai prasyarat. Dan dengan komitmen dari yayasan dan pembina saya yakin Unswagati akan terus berkembang dan besar," ucapnya. 

Saat di kampus 1 mengawali tasyakuran, Rektor Unswagati mengajak hadirin membacakan Surat Alfatihah bagi anggota Pembina H Djakaria Machmud yang beberapa hari lalu wafat.

"Seraya mengajak kepada segenap civitas akademika di usia 55 tahun Unswagati untuk melakukan evaluasi komprehensif atas berbagai hal dari apa yang telah dilakukan Unswagati. Dulu saat berdiri 16 Januari 1961 ada 300 mahasiswa dari 2 fakultas sekarang sudah memiliki 17 program studi dan pascasarjana dengan belasan ribu mahasiswa. Namun, evaluasi oleh diri kita sendiri tetapi harus dilakukan karena masih banyak yang harus di-treatment (ditingkatkan)," paparnya. 

Di antaranya dengan konsen meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen terutama di dalam penelitan/research dan pengabdian masyarakat, tidak hanya mengajar. Ketua Dewan Pembina YTPSGJ Letjend (Purn) H. Kuntara menambahkan agar di kalangan dosen semakin ditingkatkan budaya menulis, menjaga kebersamaan dan kekompakan.

"Kita tidak akan maju kalau selalu konstan dan tidak membangun diri. Keberhasilan disetel oleh dirinya sendiri dengan niat yang baik, niat yang kuat maka ia akan berhasil dan akan maju," tandasnya. 

Selanjutnya tasyakuran diisi oleh ulama KH. Mahmud Khudori yang mengajak kepada jamaah untuk tidak ujub dan sombong seperti qorun dan firaun, sebaliknya menjadikan momen bersukur dengan momen banyak berbagi.

Usai Salat Dzuhur, rombongan pembina yayasan, pengurus yayasan dan pimpinan di lingkungan Unswagati bersiarah ke Makam Sunan Gunung Jati sebagai tokoh yang menjadi inspirasi nama Unswagati sekaligus memaknai pesan-pesan dan perjuangannya. 

WINARNO

 

 

Loading Komentar....