fajarnews

Bahasa Indonesia Banyak Dipelajari Warga Asing

Redaksi : Andriyana | Sabtu, 8 April 2017 | 07:15 WIB

WINARNO
Foto Bersama Rektor Unswagati, H. Rochanda Wiradinata (ketiga dari kiri) bersama dengan pembicara asal Cina dan Rusia (sebelah kanan rektor)

Fajarnews.com, CIREBON - Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Kegiatan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar seminar internasional di Auditorium Kampus 1 Unswagati, Jumat (7/4).

Kegiatan seminar internasional bertajuk bahasa Indonesia untuk penuturan asing (BIPA) ditinjau dari berbagai Persepektif menghadirkan pembicara Nuny Sulistiany Idris (Indonesia), Mariana Vladimir Florova (Rusia) dan Wang Qun (Cina) yang dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Rektor Unswagati Cirebon, H. Rochanda Wiradinata mengatakan, kegiatan seminar internasional tersebut dalam rangka bersama-sama untuk mengembangkan bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia bukan hanya dipelajari tataran lokal ataupun nasional, tapi sudah mendunia.

"Kita harus berbangga, karena bahasa Indonesia banyak digunakan di negara-negara luar, bahkan mereka sudah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga setelah bahasa negaranya sendiri, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia," kata Djohan.

Ia menjelaskan, kegiatan seminar internasional yang dihadiri pemateri dari Rusia dan China tersebut mengaku sangat bangga dengan bahasa Indonesia, bahkan keduanya lulus sebagai doktor bahasa Indonesia dan satunya lagi doktor bahasa Indonesia yang diselenggarakan di Rusia dalam kontek bahasa Asia-Afrika.

"Jadi ini luar biasa, makanya BIPA ini semakin lama semakin berkembang dan ini kita mendapatkan kehormatan setelah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan kegiatan serupa," ucapnya.

Kemudian, lanjut Djohan, Unswagati diminta dan ditunjuk sebagai penyelenggara seminar internasional. Dan seminar ini juga akan diadakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang bekerjasama dengan kementerian.

"Makanya kami bangga karena memang memunculkan sebuah konstelasi kegiatan yang berstrata internasional yang akan membawa dampak kepada mahasiswa," terangnya.

Dari kacamata, aku dia, Unswagati sangat konsen dalam mengembangkan bahasa Indonesia ini, karena pihaknya memiliki lembaga bahasa Unswagati (LBU) yang mempelajari Bahasa Indonesia dan Inggris.

"Disamping juga LBU ini membuka bahasa Mandarin, Jepang, dan Bahas yang sedang tren dalam percaturan internasional," ujarnya.

Lebih lanjut lagi, diwajibkan calon lulusan Unswagati untuk mengikuti LBU sebagai salah satu syarat sebelum wisuda, termasuk dosen akan dibekali penguasaan bahasa Inggris.

"Kami berharap melalui seminar internasional ini, Unswagati bisa memiliki peran untuk mensosialisasikan kepada warga asing,"  tutur dia.

Salah satu pembicara seminar nasional, Nuny Sulistiany Idris membeberkan, bahasa Indonesia itu bukan hanya diminati dan dipelajari dosen atau intelektual saja, akan tetapi para pelajar pun turut serta mempelajari bahasa Indonesia.

Hal itu dibuktikan dengan pemerintah Rusia dengan Indonesia melakukan kerjasama pertukaran pelajar dengan nama Youth Ambasador (Duta Besar Muda), termasuk negara Australia pun melakukan kerjasama dengan pertukaran guru.

"Kalau ingin mengajar bahasa Indonesia di luar negeri, googling saja dilaman Ksmendikbud Sekolah Indonesia Moskow (SIM), tetapi ketika diluar selain harus menguasai bahasa, tentu harus juga dibekali wawasan kebangsaan," tutupnya.

WINARNO

Loading Komentar....