fajarnews

Dua SMA di Wilayah Timur Cirebon UNBK di Sekolah Lain

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 11 April 2017 | 10:05 WIB

Nawawi
Pelaksanaan UNBK SMAN Lemahabang yang berlangsung di SMKN Lemahabang pada hari pertama berjalan dengan lancar.*

Fajarnews.com, CIREBON- Karena belum memiliki fasilitas untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMAN 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon terpaksa meminjam ke sekolah lain.

Untuk UNBK kali ini, SMAN 1 Lemahabang menggunakan fasilitas laboratorium komputer milik SMKN Lemahabang yang dibagi menjadi tiga sesi.

Pantauan fajarnews.com, hari pertama pelaksanaan UNBK SMA di wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur diketahui ada dua SMA negeri yang saat ini belum bisa menyelenggarakan UNBK di sekolahnya. Beberapa persoalan di antaranya kurangnya sarana komputer, hal itu membuat sekolah tersebut menginduk ke SMK yang rata-rata memiliki fasilitas lengkap.

Kedua sekolah tersebut adalah SMAN 1 Lemahabang yang melaksanakan UNBK di SMKN Lemahabang dan SMAN Astanajapura yang melaksanakan UNBK di SMKN Mundu Kabupaten Cirebon.

Secara teknis pelaksanaan UNBK tidak menemui kendala yang berarti lantaran sebelum dilaksanakan telah dilakukan ujicoba selama tiga kali di tempat tersebut.

Wakasek Humas SMAN Lemahabang, Yayat Indra menjelaskan, sekolahnya saat ini dari sisi sarana belum siap melaksanakan UNBK di sekolah sendiri.

Namun secara teknis pelaksanaan UNBK telah siap 100 persen, kendala tersebut lantaran belum memiliki perangkat komputer yang memadai serta kondisi sekolah sedang berlangsung pembangunan masjid.

Untuk itu kata Yayat, pihaknya bekerjasama dengan SMKN Lemahabang, sebanyak 355 siswa mengikuti UNBK di 5 ruang yang tersedia dengan masing-masing ruang berisi 25 perangkat.

Sehingga pelaksanaan UNBK dibagi 3 seasen dengan masing-masing season ada jeda 1 jam. “Ada 5 ruang lab. komputer ditambah 1 ruang sebagai cadangan bila ada kendala atau masalah tekhnis,” jelasnya.

Dijelaskannya,  sebelum dilaksanakan UNBK pihaknya telah melakukan simulasi sebanyak 3 kali yang dimulai sejak bulan  Desember 2016, bulan Februari dan Maret 2017, Untuk kendala teknis telah menyiapkan teknisi sebanyak lima orang yang disiapkan di setiap ruangan.

Pihaknya juga telah membuat komitmen dengan pihak PLN untuk tidak memadamkan listrik secara mendadak selama UNBK berlangsung. Kemudian ada pinjaman mesin genset sebagai antisipasi apabila selama UNBK akan ada pemadaman listrik.

“Dengan ada simulasi anak sudah terbiasa, jadi tidak kaget karena sudah dikenalkan terlebih dahulu. Dalam kegiatan juga dan disampaikan,” terang Yayat.

Ditambahkan Yayat, meski UNBK yang pertama kali dilaksanakan masih menumpang di sekolah lain, namun pihak sekolah memastikan jika pada pelaksanaan UNBK tahun depan bisa melaksanakannya di sekolah sendiri. Pelaksanaan UNBK secara garis besar tidak ada kendala yang berarti dan dipastikan seluruh siswanya yang mengikuti UNBK akan lulus.

Karena kata Yayat, yang menjadi pertimbangan kelulusan adalah berdasarkan mereka telah mengikuti Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), menyelesaikan nilai mata pelajaran di sekolah, serta mengikuti UNBK.

“Dari akumulasi nilai, jika seluruh siswa mengikuti UNBK dipastikan 100 persen mereka akan lulus. Makanya jika ada yang sakit harus ada pemberitahuan agar mereka bisa mengikuti UNBK susulan dua minggu mendatang,” harapnya. (Nawawi)

Loading Komentar....