fajarnews

USBN Jadi Salah Satu Penentu Kelulusan Siswa

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 18 April 2017 | 10:45 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Seluruh SMP negeri dan swasta saat ini sedang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) selama tiga hari, Senin-Rabu (17-19/4). USBN merupakan ujian yang baru pertama kali digelar, akan tetapi nilainya masuk sebagai salahsatu syarat penentu kelulusan pelajar. 

Kepala SMAN 5 Kota Cirebon, Kanti Rahayu mengatakan, pada pekan kemarin seluruh pelajar SMP termasuk SMPN 5 Kota Cirebon telah melaksanakan US. Pekan ini SMP secara serentak melaksanakan USBN dan terakhir pada awal bulan akan diadakan Ujian Nasional (UN). 

“Ada tiga mata pelajaran (Mapel) yang diujikan dalam USBN, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ketiga mapel tersebut dibuat 75 persen oleh Pusat dan 25 persennya oleh Musyawarahkan Guru Mata Pelajaran (MGMP),” kata Kanti kepada fajarnews.com, Senin (17/4).

Ia mengungkapkan, sebanyak 370 pelajar SMPN 5 Kota Cirebon telah mengikuti USBN dan berharap kepada para pelajar agar belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai yang baik. Karena, nilai dari USBN ini sebagai salahsatu syarat penentu kelulusan. 

Jadi kelulusan itu, lanjut Kanti, ditentukan dominan oleh nilai raport selama lima semester, yaitu 70 persen dan sisanya 30 persen berasal dari nilai US dan USBN. “Sedangkan nilai UN itu sebagai syarat kelulusan serta indikator untuk mendaftar ke SMA/SMK,” terangnya. 

Sementara itu Wakasek Kurikulum, Nani Nurhaeni menyampaikan, pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sekolahnya meminjam tempat ke SMK Wahidin, karena sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) belum memadai. 

Pasalnya, lanjut dia, SMPN 5 Kota Cirebon hanya memiliki satu laboratorium yang berjumlah sekitar 25 unit. Padahal sekolahnya membutuhkan sekitar 3-4 kelas lagi untuk melaksanakan UNBK secara mandiri. 

“Kami ingin melaksanakan UNBK secara mandiri tapi terkait sarpras yang harus dilengkapi, seperti jaringan, server dan komputer belum memadai. Mudah-mudahan tahun depan bisa diberikan bantuan sehingga bisa melaksanakan UNBK secara mandiri,” tandasnya. (Winarno)

Loading Komentar....