fajarnews

Lima Siswa SMA/SMK Ikuti UNBK Susulan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 09:35 WIB

Winarno
Dua siswa SMKN 1 Kota Cirebon, yaitu Sari Nurhayati dan Chandra Manua sedang mengikuti UNBK Susulan di Laboratorium Komputer.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Sebanyak lima siswa SMA dan SMK mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan pada hari pertama. Pasalnya, saat pelaksanaan UNBK mereka sakit dan dirawat, sehingga mereka harus menunda mengikuti UNBK pada pekan kemarin. 

Kelima siswa tersebut mengikuti UNBK di sekolahnya masing-masing, kecuali SMAN 3, karena belum melaksanakan secara mandiri, sehingga harus melaksanakan UNBK Susulan di SMK Wahidin. Kelima pelajar itu terdiri dari dua pelajar SMA Taman Siswa (Tamsis), dua pelajar dari SMKN 1 dan hanya seorang dari SMAN 3. 

Proktor Utama SMKN 1, Sari Nurhayati SMKN1 Kota Cirebon mengatakan, ada dua orang siswa SMKN 1 yang mengikuti UNBK hari pertama, dengan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia Matematika. Kedua siswa tersebut tidak masuk saat UNBK, lantaran sakit sehingga harus mengikuti Susulan. 

“Siswi Teknik Pendingin dan Tata Udara bernama Fani Riskawati saat UNBK dia dirawat di RSUD Gunung Jati selama satu Minggu. Karena sakit paru-paru dan gejala liper, sehingga baru hari ini Fani ikut UNBK Susulan,” kata Sari Nurhayati saat ditemui fajarnews.com di sela-sela pelaksanaan UNBK mapel kedua, Selasa (18/4).

Ia menambahkan, ada seorang siswa lagi yang tak ikut UNBK seperti halnya Fani. Namun siswa jurusan Teknik Bodi Otomotif bernama Chandra Manua tersebut hanya mengikuti satu mapel saja, yakni pada hari pertama. Sedangkan tiga mapel lainnya, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Kejuruan tak ikut, lantaran sakit panas dalam dan juga pusing. 

Lebih lanjut lagi, besok (Rabu) ada lima siswa yang ikut UNBK Susulan, karena pada saat pelaksanaan UNBK komputer lima pelajar SMKN 1 tersebut mengalami trouble, sehingga tak bisa melanjutkan untuk mengerjakan UNBK mapel Teori Kejuruan. 

“Sebetulnya untuk dua siswa yang sakit itu tak diperbolehkan ikut UNBK, karena sakit. Sebab, apabila dipaksakan dikhawatirkan justru tambah parah, jadi lebih baik ditunda saja dulu,” ucapnya. 

Dihubungi terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN dan juga Kepala SMAN 4 Kota Cirebon, H Suroso mengaku ada tiga pelajar yang ikut UNBK Susulan. Dua pelajar dari SMA Tamsis dan seorang dari SMAN 3 Kota Cirebon, karena pada saat ujian awal ketiganya absen lantaran sakit. 

“Ketiga pelajar saat ini sedang ikuti UNBK Susulan di tempat ujian awal. Karena apabila menumpang, maka UNBK Susulan itu dilaksanakan di tempat lain,” tukasnya. (Winarno)

Loading Komentar....