fajarnews

Kepsek Dukung Kuota Rombel Sesuai Perwali

Redaksi : Andriyana | Senin, 24 April 2017 | 20:29 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon akan mengembalikan kuota rombongan belajar (rombel) sesuai Peraturan Walikota (Perwali) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tampaknya mendapat respons positif.

Dalam Perwali PPDB disebutkan, satu rombel hanya 36 peserta didik dan juga akan mengembalikan fungsi laboratorium, ruang ekstrakurikuler, dan perpustakaan yang sebelumnya dijadikan kelas.

Melihat hal tersebut, Kepala SMPN 5 dan SMPN 17 sangat mendukung penuh langkah Disdik tersebut. Pasalnya, selain memberikan pemerataan pendidikan juga peningkatan prestasi akan lebih terpantau lagi mengingat jumlah peserta didik sesuai dengan rombel, sehingga guru-guru pun akan fokus pada peningkatan prestasi, mutu dan kualitas sekolah.

Kepala SMPN 5 Kota Cirebon, Hj Kanti Rahayu mengaku sangat mendukung penuh langkah Disdik dalam mengembalikan rombel sesuai dengan keadaan atau kebutuhan kelas.

Namun hal tersebut tentu butuh komitmen bersama antara sekolah, Disdik, masyarakat dan berbagai pihak lainnya agar tidak terjadi lagi kekurangan atau kelebihan peserta didik.

“Disdik, sekolah dan masyarakat harus bersama-sama saling menjaga dan hormati kuota yang telah ditetapkan pada Perwali PPDB, sehingga kedepan tidak terjadi kurang atau lebih siswa,” kata Kanti kepada fajarnews.com, Senin (24/4).

Saat dikonfirmasi terkait kelebihan rombel yang terjadi di SMPN 5, Kanti menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai pelaksanaan saja. Akan tetapi pihaknya menginginkan agar PPDB di SMPN 5 sesuai dengan kebutuhan dan keadaan kelas.

“Banyak siswa juga tentu pengeluarannya banyak juga, belum lagi beban guru mengajar yang bertambah. Makanya saya harap sih PPDB tahun ini sesuai kebutuhan kelas, jika ada enam, maka harus enam. Mari kita hormati para pengguna pendidikan untuk ikuti aturan main dalam PPDB,” bebernya.

Sementara itu Kepala SMPN 17 Kota Cirebon, Hendi pun mendukung langkah Disdik dalam mengembalikan kuota PPDB sesuai kebutuhan kelas di sekolah. Sebab, ada beberapa sekolah yang kelebihan murid seperti di sekolah tengah kota, ada juga yang kekurangan murid seperti yang terjadi di sekolah pinggiran, termasuk SMPN 17 Kota Cirebon.

“Saya ingin PPDB itu bukan mencari peserta didik sebanyak-banyaknya, akan tetapi berupaya untuk pemerataan sekolah, khususnya sekolah pinggiran,” kata Nendi,

Kepala SMPN 17 yang berada di pinggiran Kalitanjung, Harjamukti.
Ia pun menyetujui rencana Disdik mengembalikan juga fungsi awal ruang perpustakaan, laboratorium dan ekstrakurikuler tidak lagi menjadi kelas.

Pasalnya, apabila masih digunakan, dikhawatirkan juga akan menyedot peserta didik lain untuk sekolah di situ.  “Mengembalikan fungsinya masing-masing tentunya bisa mengoptimalkan pembelajaran dan peningkatan kualitas prestasi sekolah juga,” akunya.

Ia menyebutkan, tahun lalu SMPN 17 hanya menerima 220 peserta didik yang dibagi enam kelas. Padahal, rombel yang disediakan itu ada delapan, sehingga pihaknya kekurangan dua kelas.

Ia juga menegaskan rencana Disdik seperti itu tentu juga harus didukung semua pihak. Sehingga tidak terjadi lagi titip-menitip peserta didik, yang berakibat pada kurangnya peserta didik di sekolah-sekolah pinggiran.

“Masyarakat jangan memaksakan kehendak untuk menyekolahkan anaknya sesuai kemauannya, karena selain berimbas pada kelebihan peserta didik, juga kurang optimalnya pembelajaran anak itu. Jadi minta semua pihak untuk menghormati aturan yang sudah ditetapkan agar kedepan kualitas pendidikan kita semakin lebih baik lagi,” tandasnya.

WINARNO

Loading Komentar....