fajarnews

STIKes Mahardika Gelar Kuliah Pakar

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 5 Mei 2017 | 08:35 WIB

Winarno
Ketua DPD Pormiki Jabar, Tedy Hidayat memaparkan sejarah perkembangan medis di Indonesia kepada mahasiswa STIKes Mahardika.*

Fajarnews.com, CIREBON- Program Studi (Prodi) Perekam dan Informasi Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mahardika (STIKes Mahardika) Cirebon mengadakan kuliah pakar. Hal itu dilakukan dengan mendatangkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (Pormiki) Jawa Barat, Tedy Hidayat di Aula Kampus STIKes Mahardika, Kamis (4/5). 

Puluhan mahasiswa prodi tersebut dan beberapa perwakilan dari puskesmas serta rumah sakit yang menjadi mitra turut hadir dalam kuliah pakar. Para peserta mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai peran, fungsi serta perkembangan rekam medis di Indonesia.

Ketua Prodi Perekam dan Informasi Kesehatan STIKes Mahardika Cirebon, Sri Nurcahyati mengatakan, selain diberikan materi rekam medis di kelas, pihaknya juga memberikan pendalaman kepada para mahasiswa dengan berbagai upaya, salahsatunya adalah dengan kuliah pakar. 

“Kuliah pakar ini bertujuan untuk pendalaman materi di kelas, namun kali ini lebih ditekankan mengenai peran fungsi dan perkembangan, sesuai dengan tema. Jadi, intinya adalah untuk meningkatkan kualitas mahasiswa kita,” ungkap Sri kepada awak media setelah kuliah umum.

Sementara itu, Ketua DPD Pormiki Jabar, Tedy Hidayat memaparkan secara detail sejarah mengenai rekam medis di Indonesia. Mulai dari sejarah penamaannya hingga perkembangannya sampai saat ini.

“Sebelum Permenkes Nomor 749(a) tahun 1989 keluar, istilah yang digunakan untuk rekam medis ini adalah catatan medis,” terangnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, mengenai perkembangannya sendiri bahwa rekam medis ini tidak bisa terlepas dari berbagai payung hukum berupa Peraturan Menteri Kesehatan. Dimana mengenai rekam medis, secara lengkap diatur dalam Permenkes Nomor 269 tahun 2008 tentang rekam medis atau Medical Record.

“Menurut Permenkes tersebut, rekam media adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan,” bebernya. 

Selain itu, kata dia, tertuang dalam Permenkes Nomor 269 tersebut, rekam medis dijelaskan lebih jauh dalam dokumen Dirjen Pelayanan Medis tahun 1997 yang jauh lebiih dulu diterbitkan.

“Saya berpesan agar mereka senantiasa menjaga kode etik rekam medis. Dimana dokumen rekam medis merupakan dokumen rahasia yang dijaga oleh aturan-aturan tertentu yang juga dilindungi oleh payung hukum,” tandasnya. (Winarno)

 

Loading Komentar....