fajarnews

250 Calon Mahasiswa Serbu STIKKU

Redaksi : Andriyana | Minggu, 7 Mei 2017 | 22:46 WIB

SOPANDI
Calon mahasiswa baru STIKKU antre melakukan pendaftaran ulang di bagian administrasi

Fajarnews.com, KUNINGAN - Tes ujian masuk gelombang pertama Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STIKKU) diikuti 250 peserta. Masing-masing mereka mengambil Program Studi Diploma III Kebidanan, S-1 Kesehatan Masyarakat, dan S-1 Ilmu Keperawatan.

Tes tersebut dilakukan dalam beberapa tahap diantaranya, tes tertulis, tes kesehatan dan wawancara. Adapun jumlah 250 peserta itu berasal dari wilayah Jabar meliputi Ciayumajakuning, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung,  Jateng, Jatim dan Provinsi Banten.

“Sekarang tes gelombang pertama. Hasilnya nanti pekan depan. Selain hari ini, kami juga membuka gelombang kedua pada Agustus 2017,” kata Wakil Ketua Bidang Akademik, Cecep Heriana, Minggu (7/5).

Selain tes, Cecep menerangkan, pada kesempatan itu juga disosialiasakian mengenai pemberian beasiswa potongan biaya kuliah dari Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan (YPBHK). Beasiswa itu akan diberikan kepada 100 pendaftar pertama yang berprestasi sesuai nilai raport.

“Selain beasiswa yayasan, kami juga menyediakan beasiswa dari Kemeristek Dikti berupa Bidikmisi, Beasiswa ini khusus kami berikan kepada calon mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi,” tuturnya.

Selain ratusan calon mahasiswa, acara itu disesaki juga oleh para orang tua masing-masing peserta. Kepada masing-masing orang tua peserta, Cecep menerangkan, pihaknya juga membuka layanan komunikasi mengenai kesiapan untuk membimbing anaknya selama mengikuti kegiatan perkuliahan.

“Untuk tahap satu ini alhamdulillah calon mahasiswa baru sudah sesuai harapan. Belum nanti tambahan di gelombang kedua. Kami atas nama lembaga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan masyarakat kepada STIKKU,” kata Cecep.

Cecep menambahkan, selain calon mahasiswa umum, pihaknya juga menerima calon mahasiswa dengan kategori berkebutuhan khusus. Hanya saja, calon mahasiswa dimaksud tidak memilih program studi yang dipastikan akan bersinggungan langusng dengan layanan terhadap pasien. Seperti Program Studi Kebidanan dan Perawat.

“Kami layani hak semua masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan. Hanya saja untuk kategori tertentu kami juga batasi. Seperti Kebidanan dan Perawat, karena akan berhubungan langsung dengan pasien, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi,” tuturnya.

SOPANDI

Loading Komentar....