fajarnews

Kadisdik: Perwali PPDB Masih Dikaji 

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 15 Mei 2017 | 13:45 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cirebon mengaku hingga saat ini pihaknya masih mengkaji Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017.

Pasalnya, dalam Perwali PPDB tahun lalu masih disebutkan jumlah rombel SMA/SMK, sehingga harus dicabut dulu aturan tersebut. 

Kadisdik Kota Cirebon, H Jaja Sulaeman mengatakan, Perwali PPDB tahun ini harus dirubah terlebih dahulu, karena peraturan dulu masih mencakup SMA/SMK. Untuk itu aturan tersebut harus dicabut terlebih dahulu baru direvisi. 

“Setelah dibuat Perwalinya, maka akan dibuat petunjuk teknis (Juknis) PPDB. Secara umum memang hampir sama Perwali tahun lalu dengan sekarang, hanya pengeluaran aturan dari SMA/SMK saja,” kata Jaja Sulaeman kepada fajarnews.com, Minggu (14/5).

Jaja kembali menegaskan, bahwa pihaknya akan mengembalikan atau menormalkan rombongan belajar (rombel) sesuai dengan kapasitas ruang kelas yang ada. Sebab, kelebihan pelajar dalam satu rombel itu ternyata berdampak pada kurang nyamannya pelajar dalam proses pembelajaran. 

Ia menyebutkan, sebanyak 36 peserta didik baru dalam satu rombel. Dirinya menyarankan kepada sekolah tak boleh melebihi jumlah rombel tersebut, apalagi sampai menambah rombel. “Makanya kita komitmen untuk normalkan kembali sesuai standar yang ada,” imbuhnya. 

Ia menjelaskan, pendaftaran PPDB SMP dan SD akan dimulai pada bulan Ramadhan, tepatnya pada bulan Juni. Untuk mengantisipasi agar tak terjadi kelebihan peserta didik, maka pihaknya menggunakan online dalam pendaftaran dari jalur manapun, baik itu jalur keluarga miskin (gakin), prestasi, atau mandiri. 

“Kami akan upayakan tak berhubungan langsung antara pendaftar dengan pihak penerima, tapi secara online dan kita akan lakukan verifikasi di luar itu juga,” bebernya. 

Saat dikonfirmasi terkait apakah akan tetap memberlakukan batasan warga dari kabupaten seperti pada tahun sebelumnya? Jaja menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji hal tersebut. Sebab, saat ini Disdik sedang melihat data terkait warga kota dan kabupaten.

“Sekarang masih melihat data terlebih dahulu, karena hal tersebut bisa kelihatan berapa banyak warga kota dan kabupaten,” ucap Jaja. 

Sebenarnya kata dia, semua warga diberi kesempatan yang sama untuk bersekolah di Kota Cirebon. Sebab, banyak masyarakat masih melihat kualitas pendidikan apabila sekolah di Kota Cirebon. Meski demikian, pihaknya pun akan  tetap berpijak pada persaingan atau kompetisi. 

“Kuota belum jadi bagian yang diatur pada PPDB, karena saya melihat masyarakat banyak yang mempercayakan anaknya belajar di Kota Cirebon,” pungkasnya. (Winarno)

Loading Komentar....