fajarnews

Rektor Unswagati Mengajak Para Dosen Dari Berbagai Fakultas Untuk Membuat Riset

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Jumat, 19 Mei 2017 | 08:15 WIB

Winarno
Rektor Unswagati, H. Rochanda Wiradinata (tengah) didampingi Kepala Badan Lemlit Unswagati, Endang Sutrisno (kiri) dan narsum dari Unsoed, Agus Rahardjo (kanan) pada Pelatihan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Menuju Jurnal Terakreditasi Lembaga Penelitian Unswagati di salahsatu hotel Kota Cirebon.

Fajarnews.com, CIREBON- Rektor Unswagati Cirebon berharap Lembaga Penelitian (Lemlit) Unswagati bisa mempublikasikan minimal tiga pada jurnal ilmiah nasional dan satu pada jurnal skala internasional yang terakreditasi dan terindeks. Hal tersebut agar kualitas dan mutu pendidikan Unswagati semakin lebih baik lagi. Hal itu dikemukakan Rektor Unswagati Cirebon, H. Rochanda Wiradinata pada Pelatihan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Menuju Jurnal Terakreditasi Lembaga Penelitian Unswagati di salahsatu hotel Kota Cirebon, Kamis (19/5).

"Saya minta manfaatkanlah pelatihan ini se-optimal mungkin dalam rangka peningkatan kemampuan dosen agar bisa meriset berbagai keilmuan yang diminatinya, sehingga hasilnya para dosen ini bisa melahirkan produk jurnal ilmiah," kata Djohan, panggilan akrabnya.

Kegiatan pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah tersebut merupakan salah satu upaya Unswagati melalui Lemlit dalam rangka pengelolaan jurnal ilmiah agar semakin lebih baik lagi. Untuk itu, Djohan mengajak para dosen dari berbagai fakultas untuk membuat riset. "Diharapkan hasil penelitiannya tersebut bisa dipublikasikan di tingkat nasional, bahkan internasional yang terakreditasi dan terindeks," ucapnya.

Sebelumnya, kata Djohan, Lemlit Unswagati mengadakan pelatihan Riset Unggulan Unswagati (RUU) dan outputnya adalah para dosen akan diberikan dana intensif penelitian sekitar 4-25 juta. Hal itu agar para dosen Unswagati mau melakukan penelitian dan mempublikasikannya. "Saya berharap agar Lemlit menerapkan Open Jurnal System (OJS), sehingga jurnal di sejumlah fakultas semakin baik lagi, karena bisa diakses oleh siapapun melalui online," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lemlit Unswagati, Endang Sutrisno membeberkan, pelatihan pengelolaan jurnal ini berkaitan dengan masalah institusi Unswagati dalam rangka persoalan eksistensi sebuah perguruan tinggi (PT) harus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.  "Maka posisi PT harus menghasilkan produk (tulisan riset) yang dirasakan langsung dari masyarakat, dan proses penelitian itu harus dipublikasikan," jelasnya.

Maka hasil penelitian tersebut, lanjut dia, dapat langsung diakses, diketahui dan dipelajari masyarakat baik eksak atau non eksak (humanirora). Menurutnya publikasi ilmiah ini sangat penting karena bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Sedangkan bagi dosen, yaitu untuk menunjang kenaikan jabatan fungsional, maka salahsatunya harus menghasilkan karya ilmiah. Di era ini, kata dia, para dosen akan disebut sebagai seorang dosen maka harus memiliki karya, karena apabila tak punya karya maka bukan jadi seorang dosen. 

"Manfaat lain dari pelatihan ini yaitu menerapkan amanah dari Permenristekdikti yang menyebutkan bahwa PT wajib mempublikasikan hasil penelitian," imbuhnya.

Ia mengaku saat ini Lemlit Unswagati sedang menuju OJS. Makanya perlu dukungan anggaran agar para dosen tertarik mengajukan proposal riset, dan diharapkan hasil penelitiannya dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional dan internasional seperti yang diinginkan Rektor Unswagati. "Kegiatan ini pesertanya dari fakultas, pustakawan, dosen yang menempuh S2 dan S3. Semoga melalui kegiatan pelatihan ini mutu dan kualitas pendidikan Unswagati bisa semakin lebih baik lagi," tutupnya. (Winarno)

Loading Komentar....