fajarnews

ISIF Bedah Buku “Islam Tuhan Islam Manusia”

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Jumat, 19 Mei 2017 | 08:35 WIB

Vian
ISIF Cirebon menyelenggarakan bedah buku berjudul “Islam Tuhan Islam Manusia” yang ditulis oleh Haidar Bagir

Fajarnews.com, CIREBON-Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon menyelenggarakan bedah buku berjudul “Islam Tuhan Islam Manusia” yang ditulis oleh Haidar Bagir.Selain penulis, dihadirkan pula pembedah buku tersebut yaitu KH Husein Muhammad di aula salah satu gedung di Kampus ISIF, Rabu (17/5).

Dalam acara tersebut Penulis buku “Islam Tuhan Islam Manusia”, Haidar Bagir mengatakan, buku dengan judul yang sedikit kotroversial ini tidak dipersiapkan secara sangat serius, buku ini merupakan kumpulan dari beberapa artikel yang sempat ditulis bertahun lalu, diantara beratus artikel tersebut diambillah sekitar tiga puluh artikel untuk dihimpun menjadi bagian dari buku ini.

“Ketiga puluh artikel tersebut dianggap sebagai artikel-artikel penting yang mewakili pemikiran saya, yang kedua tentunya artikel-artikel tersebut adalah yang saya pandang penting bagi Islam dan Umat Isam.  Barulah kemudian saya tambahkan sekitar lima artikel,” katanya.

Dari awal, kata dia, judul buku ini tidak pernah dipikirkan secara serius, judul tersebut muncul secara tiba-tiba dan ini bukan ilham. Dari judul buku ini sebenarnya memunculkan ekspresi yang paling tidak kontroversial jika kita membicarakan agama secara utuh dan keseluruhan.

Pentingnya mengembalikan spiritualitas dan cinta dalam kehidupan beragama. Ajakan ini tentu tidak lepas dari makin menjamurnya faham dan tindakan radikal yang lahir dari tafsir agama.

“Sehingga dengan mudah ditemui fenomena saling mengkafirkan dan menyesatkan satu sama lain, bahkan dalam satu agama sendiri. Juga karena krisis yang mendera masyarakat seperti maraknya berita hoax yang menjadi pemicu berbagai konflik dan kesalahfahaman,” katanya.

Dia mengatakan, dengan mengembalikan cinta dan spiritualitas dalam ajaran Islam akan menyadarkan kita bagaimana membangun hubungan dengan sesama manusia, karena inti dari agama adalah akhlak (budi pekerti).

Selain itu pembedah buku tersebut, KH Husen Muhammad mengatakan, buku ini merupakan ekspresi dari kegelisahan spiritual, itelektual dari Haidar Bagir yang melihat kegelisahan umat di dalam beragama, pada akhirnya kegelisahan itu membuatnya harus menumpahkan semua itu kedalam buku ini.

“Karena selama ini sudah terlalu banyak permasalahan yang berputar-putar di area yang sama dan telah berlangsung berabad-abad lamanya, semua itu karena tidak berangkat dari pemahaman yang sama hingga muncul berbagai konflik dan kesalahfahaman,” katanya. (Vian)

Loading Komentar....