fajarnews

Kopertis Wilayah Jabar dan Banten Ajak 53 PTS Tingkatkan Kompetensi SDM Mahasiswa

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 22 Mei 2017 | 08:35 WIB

Winarno
Rektor Unswagati Cirebon, H Rochanda Wiradinata (keempat dari kiri), Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H Dadang Sukandar Kasidin (keenam dari kiri) dan Koordinatir Kopertis Wilayah IV Uman Suherman foto bersama, Sabtu (20/5)

Fajarnews.com, CIREBON- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten memberikan pembinaan kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dosen PNS dan dosen yayasan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Kegiatan dilaksanakan di kampus 1 Unswagati, Sabtu (20/5). 

Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten, Uman Suherman, perwakilan APTISI Jawa Barat dan ABP-PTSI Wilayah IV memberikan pembinaan dengan melibatkan sedikitnya 53 PTS dan lebih dari 300 dosen. 

Rektor Unswagati Cirebon, H Rochanda Wiradinata mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Koordinator Kopertis Wilayah IV  Uman Suherman yang telah mempercayakan Unswagati sebagai penyelenggara dalam pembinaan para dosen dan PTS di Wilayah Cirebon. 

“Selamat datang kepada seluruh pimpinan yayasan, pimpinan perguruan tinggi di Wilayah III Cirebon dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan pembinaan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas pendidikan PTS,” kata Djohan kepada “fajarnews.com”, Sabtu (20/5).

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semuanya, terutama Kepada Pembina Yayasan Unswagati, Mayjend TNI (Purn) HM Irianto, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H Dadang Sukandar Kasidin beserta jajarannya.  “Bersama beliau semua unsur di Unswagati kini terus berupaya menjadi kampus yang bereputasi nasional, berjejaring global,” akunya. 

Kini, lanjut dia, Unswagati telah meraih akreditasi B dengan komposisi guru besar 9 orang, lektor kepala 37, lektor 71, asisten ahli  131 dan tenaga pengajar 91 orang. 

Sementara itu Koordinator Kopertis  Wilayah IV Jabar dan Banten, Uman Suherman mengatakan, penyelenggaraan pembinaan PTS dan dosen ini dalam rangka membangun PTS dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan paradigma yang baru. “Jika dulu dilakukan dengan pengawasan, pengendalian dan pembinaan atau wasdalbin, maka sekarang dengan pembinaan, pengendalian dan pengawasan atau bindalwas,” tuturnya. 

Kedepan, kata dia, seluruh dosen akan terus dilakukan pembinaan agar meningkatkan jabatan fungsionalnya, pengendalian dan terakhir pengawasan. Ia pun mengkritik terhadap pendidikan yang ada, di antaranya rendahnya relevansi lulusan, melemahnya daya saing bangsa, dan pengangguran sarjana yang terus meningkat.

Ia menyebutkan, ketiga hal tersebut saling berkaitan dan titik tekan dalam masalah ini ialah selain meningkatkan kompetensi juga kedepan harus siap berkompetisi. Termasuk masalah Pilmapres (Pemilihan mahasiswa berprestasi) hanya diikuti 38 peserta dari 38 PTS dan Debat Berbahasa Inggris diikuti 40 PTS.  “Kedepan kegiatan tersebut akan dilakukan di setiap regional, baru juara-juaranya ke provinsi,” tambahnya.

Ia membeberkan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian kedepannya di antaranya persyaratan pendirian/perubahan perguruan tinggi, rencana induk pengembangan (RIP), kurikulum, tenaga kependidikan, calon mahasiswa, statuta, kode etik civitas akademika, sumber pembiayaan, sarana dan prasarana serta penyelenggara perguruan tinggi.  “Kami berharap melalui pembinaan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada puluhan PTS dan ratusan dosen agar lebih giat lagi dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas,” pungkasnya. (Winarno)

Loading Komentar....