fajarnews

Ketua MKKS Dukung PPDB Sesuai Zonasi

Redaksi : Andriyana | Selasa, 6 Juni 2017 | 04:30 WIB

Fajarnews.com, CIREBON - Pembahasan draf Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 masih menemui kebuntuan, terutama dalam masalah pembagian zonasi sekolah. Namun seluruh SMPN di Kota Cirebon siap menjalankan amanah, khususnya pembagian zona sekolah saat PPDB nanti.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan mengatakan, PPDB soal zonasi merupakan aturan yang diturunkan dari Permendikbud nomor 17 tahun 2017 soal zonasi. Hanya perbedaan soal jarak saja antara aturan Permendikbud dengan draft PPDB Kota Cirebon.

“Kami menunggu dari tim perumus sampai fix betul untuk zonasi, ada beberapa hal yang belum selesai, harapan bisa secepatnya tersusun. Seperti apapun keputusannya kami siap menjalankan aturan yang nanti dibuat,” kata Lilik kepada awak media, Senin (5/6).

Ia menerangkan, para kepala sekolah (kepsek) sudah mengetahui draf yang sedang dibahas, termasuk rencana pembagian zona sekolah yang akan diterapkan. Pembagian sudah dianggap imbang tanpa ada sekolah yang dibeda-bedakan, dalam arti zonase yang dibuat sudah menempatkan sekolah-sekolah secara merata.

“Dari peta yang disodorkan kemarin, saya kira imbang itu sudah balance. Jadi tidak akan ada ketimpangan murid dan lintas zonasi juga bisa dilakukan jika melebihi kuota,” akunya.

Ia menyatakan, setiap sekolah tentu memiliki harapan agar aturan yang dibuat bisa berlaku secara menyeluruh, termasuk sistem yang akan dipakai nanti online atau offline.

“Itu memang sudah menjadi amanah dari Permendikbud, tentu Kota Cirebon juga harus menerapkan sistem itu. Semua sekolah tentu berharap aturan yang dibuat bisa membuat PPDB tahun ini bisa berjalan dengan baik,” terang Lilik.

Ia pun berharap sistem ini bisa meringankan para siswa saat hendak menuju sekolahnya. Sistem ini tentu harus bisa meminimalisir jarak antara rumah siswa dan sekolah.

“Semoga cepat tersusun agar PPDB bisa berjalan lancer. Sistem zonasi ini juga semoga bisa meringankan siswa dan orang tua dengan memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal sehingga lebih efektif,” tukasnya.

WINARNO

Loading Komentar....