fajarnews

Draf PPDB di Tangan Tim Pengkajian Kebijakan Terpadu

Redaksi : Andriyana | Jumat, 9 Juni 2017 | 23:53 WIB

Fajarnews.com, CIREBON - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon telah menyerahkan draf Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kepada Tim Pengkajian Kebijakan Terpadu (TPKT) Sekretariat Daerah (Setda) untuk dikaji kembali. Dalam draf tersebut juga diserahkan pula petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) sebelum dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

Kepala Disdik Kota Cirebon, H Jaja Sulaeman mengatakan bahwa draf PPDB itu sudah tuntas, sehingga pihaknya telah menyerahkan draf tersebut kepada TPKT. Nantinya Disdik akan diundang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membahas kebijakan tersebut dan juga implementasinya.

“Setelah pengkajian draf PPDB selesai, maka nanti bisa ditandatangani oleh Wali Kota Cirebon dalam bentuk Perwali PPDB soal zonasi dan kemudian langsung disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Jaja Sulaeman saat ditemui fajarnews.com usai breafing staf di Balai Kota Cirebon, Kamis (8/6).

Jaja menyebutkan, dalam draf tersebut rencananya zonasi PPDB SMP akan memakai batasan kelurahan, sedangkan SD menggunakan gugus. Menurutnya, ada enam wilayah zona untuk SMP, tapi Jaja belum bisa menyebutkan secara detil zona SMP dan SD.

“Dalam zonasi itu nanti akan diatur ada batasannya, baik kelurahan ataupun gugus. Misalnya di Kebumen ada empat sekolah, maka para siswa bisa saja terdaftar dari zona lain, karena belum mencukupi rombongan belajar (rombel)-nya,” bebernya.

Selain zonasi, lanjut Jaja, peserta didik juga bisa mendaftar melalui jalur prestasi, akan tetapi pihaknya hanya menyediakan lima persen saja. Namun hal itu bisa saja diubah, karena masih akan dibahas di Setda Kota Cirebon. 

“Zonasi dan prestasi nanti akan diatur, kalau kurang peserta didiknya, maka boleh menerima siswa di luar zonasi setelah di gelombang awal tadi,” tuturnya.

Jaja menegaskan, menerima peserta didik baru di luar zonasi dan prestasi, tentu harus dengan ketersediaan kelas. Apabila sekolah tersebut sudah penuh, maka tidak bisa menerima peserta didik lagi.

“Kalau zonasi nanti yang menentukan adalah nilai Ujian Nasional (UN). Apabila sekolah itu sudah padat, kemudian banyak siswa dengan memakai zonasi untuk mendaftarnya tentu akan dilihat hasil UN,” tegasnya.

Saat disinggung terkait beberapa sekolah yang selalu overloud peserta didiknya. Jaja mengaku akan berupaya semaksimal mungkin agar kelebihan siswa tidak terjadi lagi, karena selain berdampak pada kurang fokusnya belajar juga ruang kegiatan atau belajar digunakan kelas.

Untuk jalur prestasi nanti warga luar Kota Cirebon bisa mendaftar asalkan membawa sejumlah prestasi dari regional hingga nasional, sehingga memiliki kesempatan untuk masuk. “Dan pelaksanaan PPDB sendiri akan dimulai pada tanggal 3 Juli,” pungkasnya.

WINARNO

Loading Komentar....