fajarnews

Pelaksanaan PPDB, MKKS SMA Komitmen Taati Pakta Integritas

Redaksi : Andriyana | Rabu, 14 Juni 2017 | 19:21 WIB

WINARNO
Ketua MKKS SMA dan juga Kepala SMAN 4 Kota Cirebon, H Suroso yang rembug bersama, Selasa (13/6)

Fajarnews.com, CIREBON - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Cirebon berkomitmen untuk menjalankan dan mentaati pakta integritas.

Pasalnya, apabila surat perjanjian dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) tersebut dilanggar, maka konsekuensinya adalah Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut akan diberi teguran, bahkan bisa dimutasi.

Hal itu dikatakan Ketua MKKS SMA Kota Cirebon, H Suroso saat ditemui fajarnews.com di ruang kerjanya, Selasa (13/6).

Menurutnya, setiap sekolah membuat sebuah perjanjian pakta integritas pada pelaksanaan PPDB tahun ini, sehingga kepsek diminta harus jujur dan transparan.

“Apabila pakta integritas itu dilanggar, maka bisa saja turun langsung jadi guru seperti yang terjadi pada SMA di Bandung. Makanya kita harus hati-hati,” kata H Suroso yang menjabat sebagai Kepala SMAN 4 Kota Cirebon.

Dia menegaskan, pakta integritas tersebut tentunya berupaya untuk pemerataan pendidikan, sehingga tidak ada lagi titip-menitip pelajar dan secara langsung tak ada lagi pelajar yang menumpuk di beberapa sekolah. 

“Pakta integritas itu tentunya berisi tentang kepsek untuk mentaati jumlah rombongan belajar (rombel) yang diajukannya waktu ke Disdik Jabar,” ucapnya.

Adapun pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPPDB) jalur non akademis telah usai akhir pekan lalu, tinggal proses verifikasi berkas-berkas peserta didik dari jalur prestasi, Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dan jalur kerjasama (MoU) dengan pihak lain.

“Sekarang sedang dicek atau verifikasi berkas-berkasnya apakah betul peserta didik itu berasal dari keluarga miskin apabila menggunakan jalur RMP,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari ratusan pendaftar tersebut nantinya akan dipilih mana peserta didik yang diterima. Tentunya berdasarkan fakta dan bukti yang ada serta ditambah pula dengan nilai Ujian Nasional (UN).

“Setelah proses pengecekan berkas oleh panitia lokal dari tanggal 12-14 Juni, maka nanti akan diumumkan secara online siapa saja peserta didik yang akan lolos pada tanggal 16 Juni nanti. Atau bisa saja sekolah menyediakan papan nama peserta didik yang lolos,” bebernya.

Setelah jalur non akademik diumumkan, lanjut dia, maka seluruh SMA/SMK akan menggelar pendaftaran jalur akademik atau bisa dikenal dengan jalur mandiri yang dimulai sejak tanggal 3-8 Juli. Menurutnya, jalur akademik ini tersisa sekitar 60 persen lagi.

Saat disinggung ketika terjadi gangguan website PPDB kemarin apakah ditambah durasinya, dirinya menjelaskan bahwa pendaftaran secara manual tidak diperpanjang hanya pemasukan berkas online saja yang diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.

Selain itu, lanjut dia, PPDB kali ini SMAN 4 Kota Cirebon menyediakan sekitar 360 peserta didik yang dibagi 10 rombel dan satu rombel terdiri dari 36 pelajar.

Dari jumlah tersebut ada sekitar 144 atau empat rombel telah diterima dari jalur non akademik, seperti prestasi, RMP, dan kerjasama dengan instansi lainnya. 

“Jadi tinggal 216 peserta didik lagi yang diperuntukkan pada jalur akademik,” pungkasnya.

WINARNO

Loading Komentar....