fajarnews

PPDB Sistem Zonasi Resmi Diterapkan

Redaksi : Andriyana | Sabtu, 17 Juni 2017 | 00:23 WIB

Fajarnews.com, CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nasrudin Aziz langsung menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Dengan demikian, aturan tersebut bisa langsung disosialisasikan ke setiap sekolah dan masyarakat pada Senin mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Dedi mengatakan, Perwali PPDB sudah ditandatangani dan Senin depan bisa sosialisasi ke sekolah, masyarakat dan kelurahan. Adapun pelaksanaan pendaftaran siswa baru akan dimulai pada 3 Juli mendatang.

“PPDB tahun ini ada pola sedikit berbeda, yaitu dengan sistem zonasi. Mudah-mudahan aturan ini bisa mengurangi kesenjangan pemerataan peserta didik dan menambah dekat akses pendidikan, karena tak perlu jauh lagi bersekolah,” kata Asep Dedi saat ditemui fajarnews.com  di ruang kerjanya, Jumat (16/6).

Dengan ditetapkannya sistem zonasi ini kata Asep, pemerataan pendidikan bisa terjamin. Asep juga menyarankan masyarakat agar mendaftarkan anaknya ke sekolah yang terdekat dengan rumah, karena bisa irit ongkos juga, berbeda sekolah jauh yang harus membayar transportasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebetulnya semua sekolah baik SD ataupun SMP negeri sama saja, karena sesuai standar. Hanya perbedaan sarana penunjang atau fasilitas saja yang membedakannya.

“Saya kira semua sekolah memiliki bangunan atau kelas dan guru yang memiliki kemampuan sama. Mungkin pandangan masyarakat saja soal mana sekolah unggulan atau tidak,” bebernya.

Maka dari itu kata Asep, melalui sistem zonasi ini diharapkan tak terjadi ketimpangan jumlah peserta didik antara satu sekolah dengan yang lainnya. Asep melihat semua sekolah memiliki prestasi yang berbeda, dan memiliki keunggulannya masing-masing.

“Adapun warga luar kota yang ingin mendaftarkan anaknya sekolah di Kota Cirebon yaitu bisa lewat prestasi dan kami menyediakan 10 persen untuk mengakomodir peserta didik yang menginginkan sekolah sesuai keinginannya,” terang dia.

Saat ditanya terkait zona pertama terdapat sekolah yang pada tahun lalu melebihi kuota, Asep menjelaskan bahwa pihaknya meminta kepada masyarakat agar jangan memaksakan kehendak. Terkecuali memang memiliki prestasi yang sangat bagus. 

“Nanti kita akan melihat daya tampung dan apabila masih terjadi kelebihan peserta didik maka akan dilempar ke zona terdekat. Sehingga pemerataan peserta didik bisa terjamin,” pungkasnya.

WINARNO

Loading Komentar....