fajarnews

SMPN 18 Minim Pendaftar, Disdik Kumpulkan RT Sekitar

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 5 Juli 2017 | 09:40 WIB

Winarno
Panitia PPBD di SMPN 18 tengah melayani salah seorang calon siswa. Berbeda dengan SMPN yang berada di tengah kota, meja pendaftaran di SMPN 18 terlihat sepi. Terlihat hanya satu orang tua yang mendaftarkan anaknya di SMPN 18, Selasa (4/7).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTP di Kota Cirebon, yang belum menunjukkan hasil seperti yang diinginkan, diakui pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, karena minimnya informasi di masyarakat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon, Adin Imaduddin mengakui masyarakat masih minim informasi terkait aturan zonasi pada PPDB, khususnya di zonasi lima. Hal itu, menurutnya, menjadi penyebab jumlah pendaftar di SMPN 18 hanya sedikit, yakni hanya 22 siswa (sebelumnya hanya 11 siswa).

"Mungkin masyarakat minim informasi mengenai SMPN 18 sehingga baru sedikit yang daftar," kata Adin.

Melihat hal tersebut, Adin mengatakan akan mengumpulkan pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW yang ada di zonasi lima PPDB yakni, Kelurahan Pegambiran, dan RW 5, 6 dan 7 Kelurahan Jagasatru.  untuk berkoordinasi.

"Karena minim informasi, sehingga masyarakat lebih banyak mendaftar di SMPN 3. Padahal di zonasi lima kan ada SMPN 18," tuturnya.

Saat disinggung apakah kurangnya sosialisasi PPDB, karena hanya satu minggu saja sebelum Lebaran, Adin mengakui sosialisasi PPDB kurang intensif, sehingga masyarakat mungkin kurang mengetahui detailnya soal zonasi.  

Ia meyakini bahwa apabila zonasi ini sukses diterapkan, maka semua sekolah bisa terpenuhi sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekurangan murid. Pasalnya jumlah lulusan SD cukup banyak untuk menampung di sekolah sekitar.

"Aturan PPDB kali ini tidak boleh melebihi daya tampung yang telah ditetapkan, baik jumlah rombongan belajar (rombel) atau murid. Sehingga proses pemerataan pendidikan bisa terjadi," tuturnya.

Ia menambahkan, PPDB kali ini memprioritaskan warga kota terlebih dahulu untuk bersekolah, terkecuali apabila calon peserta didik memiliki prestasi, maka dimungkinkan untuk mendaftar lintas zonasi atau bersekolah sesuai keinginannya.

"Tapi ada juga warga luar kota atau lintas zonasi dimungkinkan sekolah di kota, akan tetapi ketika sekolah itu belum terpenuhi. Kalau sudah penuh, maka tak boleh menerima satu pun peserta didik yang mendaftar dari luar zonasi," tandasnya. (Winarno)

Loading Komentar....