fajarnews

Sudah Antre Berjam-jam, Server PPDB Malah Eror

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 6 Juli 2017 | 09:10 WIB

Irgun
Sejumlah orang tua siswa terpaksa saling berdesakan untuk mencapai meja panitia PPDB di SMAN 3 Kota Cirebon, agar berkas pendaftaran anaknya cepat diproses secara online karena server sering eror, Rabu (5/7).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Hingga hari ketiga, Rabu (5/7), penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 masih diwarnai keluhan orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya di sejumlah sekolah di Kota Cirebon.

Keluhan pada PPDB tingkat SLTP dipicu penerapan sistem zonasi untuk kali pertama pada tahun ini. Akibat kebijakan tersebut, banyak orang tua siswa yang kecewa anaknya tidak bisa mendaftar ke sekolah yang diinginkan, karena adanya batasan zonasi.

Sementara untuk PPDB tingkat SLTA, keluhan yang muncul diakibatkan server PPDB yang sering mengalami gangguan alias eror, sehingga mengakibatkan entri data calon siswa sering mengalami kegagalan.

Akibatnya, orang tua dan calon siswa yang telah rela antre menunggu hingga berjam-jam, harus kembali ke sekolah yang dituju keesokan harinya.

Pantauan fajarnews.com di SMAN 3 Kota Cirebon, antrean panjang para pendaftar terlihat memadati ruang pendaftaran. Lamanya proses entri data membuat mereka harus rela menunggu hingga berjam-jam. Kondisi tersebut membuat para orang tua calon siswa itu merasa tidak nyaman.

Pasalnya, tak sedikit di antara para orang tua siswa itu yang datang lebih pagi, tapi sesampainya di sekolah harus menunggu lama karena antrean sudah panjang.

Beberapa orang tua siswa bahkan saling berdesakan untuk segera sampai di meja pendaftaran agar bisa menyerahkan berkas,

Akibatnya, tak sedikit di antara para orang tua siswa yang saling bersitegang untuk segera dilayani petugas pendaftaran, yang sebagian besar para guru di sekolah tersebut.

Menjelang siang, kondisi tersebut makin parah. Bahkan para orang tua siswa yang akan mendaftarkan harus gigit jari karena sekitar pukul 12.00 WIB, PPDB ditutup karena sistem online PPDB terkendala gangguan alias eror.

Informasi yang berhasil dihimpun fajarnews.com menyebutkan, kejadian eror pada server PPDB sering terjadi dan merata di sejumlah SMA.

Salah satu orang tua siswa, Nana mengaku sampai harus dua kali datang ke SMAN 3 Kota Cirebon untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah itu.

Pada hari pertama, Selasa (4/7) kemarin,  ia  yang telah menunggu berjam-jam tidak bisa mendaftar karena sistem online PPDB eror.

Karenanya, ia sengaja datang lebih pagi agar bisa terlayani, namun ternyata antrean telah cukup panjang.  “Saat sebentar lagi mencapai meja pendaftaran ternyata PPDB ditutup dengan alasan sistem online error. Itu terjadi pada pukul 12.00 WIB,” kata Nana, Rabu (5/7).

Nana berharap, pendaftaran yang kedua kalinya akan lebih lancar. Ia bahkan harus kecewa dua kali karena server PPBD kembali eror. “Namun ternyata pada pendaftaran yang kedua kalinya, saya harus tetap berdesakan seperti kemarin,” katanya.

Menurut Nana, seharusnya para orang tua siswa tidak perlu antre bila PPDB SMA jalur reguler bisa dilakukan secara online melalui internet.

Kondisi serupa terjadi pada Lenny, orang tua siswa yang juga mendaftarkan anaknya di SMAN 3 Kota Cirebon. Beruntungnya, warga Gunung Lawu Kota Cirebon ini dapat menyelesaikan PPDB pada hari itu, tidak perlu mengulang di hari berikutnya.

“Ya butuh perjuangan, kalau tidak mungkin besoknya lagi saya harus mengulang. Padahal PPDB ini waktunya terbatas kalau tidak salah hanya seminggu,” ujar Lenny, sambil menyeka keringat.

Sementara itu, menurut seorang petugas entri data di SMA 3 Kota Cirebon, proses pemasukan data bagi calon peserta didik baru melalui sistem online masih banyak kendala. Menurutnya, situs ppdb.jabarprov.go.id masih susah untuk diakses.

Kondisi tersebut, lanjut dia, juga terjadi di sejumlah sekolah, bahkan tidak hanya di Kota Cirebon tapi hampir rata di seluruh sekolah di Jawa Barat. Rata-rata proses memasukan data calon siswa sulit dilakukan karena server sulit diakses.

Padahal, orang tua siswa sudah selesai melakukan pendataan secara manual melalui panitia PPDB sekolah. Usai pendataan manual, orang tua berpindah ke meja lainnya untuk melihat proses pendaftaran secara online.

“Namun hingga lewat pukul 11.00 siang, panitia kesulitan untuk memasukan data karena sistem PPDB online eror,” kata pria yang enggan dikorankan namanya itu kepada fajarnews.com.

Karena merasa kasihan dengan orang tua yang sudah lama menunggu, panitia mempersilahkan orang tua untuk kembali keesokan harinya. Dengan alasan pemasukan data akan dilakukan menjelang sore hari atau bahkan malam untuk menghindari kesulitan mengaksesnya.

“Itu untuk sementara yang bisa kami bantu agar para orang tua siswa tidak lama menunggu,” pungkasnya. (Irgun)

 

 

Loading Komentar....