fajarnews

Gangguan Server di SMAN 9 Kota Cirebon Paling Parah

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 15 Juli 2017 | 07:00 WIB

Vian
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bagian Kesiswaan, Abdul Wahab.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Sistem zonasi yang diberlakukan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), untuk beberapa pekan menjadi pembicaran hangat di kalangan masyarakat khususnya yang ingin menyekolahkan anaknya.

Sempat berhembus kabar bahwa kuota siswa SMAN 9 Kota Cirebon  belum terpenuhi, hal itu dibantah tegaspihakpanitia PPDB sekolah tersebut yang juga Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bagian Kesiswaan, Abdul Wahab saat ditemui di kantornya, Jumat (14/7).

Dikatakan Abdul Wahab, pernyataanyang mengatakan bahwa SMAN 9 Kota Cirebon kekurangan siswa itu tidaklah benar.

Hanya  memang data online yang bisa diakses di Website PPDB pada saat itu sedang gangguan sehingga hanya 181 nama siswa baru yang muncul di halaman pengumuman.

Hal itu lanjut abdul, dikarenakan adanya gangguan pada server dan pengaksesan Website. Sebenarnya SMAN 9 Kota Cirebon kuota siswanya sudah terpenuhi. Kasus ini sama dengan yang dialami SMAN 8 Kota Cirebon.

“Makanya sempat ada edaran bahwa siswa yang sudah mendaftar di SMAN 9 Kota Cirebon dan nilainya di atas passing grade meskipun tidak tercantum di website dinyatakan diterima. Karena memang pada waktu itu loading akses website tersebut sangat lama,” ujarnya.

Janji dari pihak provinsi sambung Abdul, katanya hari ini (Jumat kemarin, red) data siswa akan dimasukkan, namun terakhir dilakukan pengecekan di website tersebut masih loading.Gangguan website ini yang paling parah di SMAN 9 dan SMAN 8 Kota Cirebon.

Dikatakan Abdul, sampai saat ini siswa yang sudah melakukan daftar ulang di SMAN 9 Kota Cirebon ada 162 siswa ditambah dengan jalur non akademik 68 siswa.

Dengan demikian jumlah total ada 230 siswa dari 324 kuota yang sudah terpenuhi untuk 9 kelas, maksimal 36 siswa tiap-tiap kelas.

“Selama penyelenggaraan PPDB ini, masalahnya yaitu server dan akses website tadi.Terus memang ada banyak orang tua yang belum paham tentang sistem baru ini, sehingga pihak sekolah harus membantu mendaftarkan para calon siswa di sekolah ini,” ungkapnya.

Ke depannya, kata Abdul, diharapkan masalah-masalah yang seperti ini bisa menjadi evaluasi untuk melaksanakan PPDB selanjutnya dengan persiapan yang matang. Sebenarnya sistem ini terasa sangat membantu jika berbicara pemerataan siswa.

“Pengalaman kami, alhamdulillah tidak ada orangtua yang sampai marah-marah karena ketidakpahaman mereka.Kami pun berusaha mencari solusi yang tepat untuk setiap permasalahan yang  ada. Pada akhirnya PPDB tahun ajaran 2017/2018 di SMAN 9 Cirebon ini bisa berjalan dengan lancar, semoga lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya. (Vian)

Loading Komentar....