fajarnews

Program Pendidikan Jarak Jauh SMK PUI Kota Cirebon Bantu Siswa Tak Mampu

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 Juli 2017 | 08:15 WIB

Agus Didi
Kepala SMK PUI Kota Cirebon, Drs H Halim Falatehan.*

 

Fajarnews.com, CIREBON– SMK PUI Kota Cirebon membuka program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) gratis yang dikhususkan bagi siswa dari kalangan keluarga tidak mampu untuk melanjutkan program pendidikan wajib belajar 12 tahun.

Dengan program tersebut, diharapkan keluarga yang tergolong tidak mampu dapat menyekolahkan anaknya agar bisa meningkatkan IPM di Jawa Barat.

Kepala SMK PUI Kota Cirebon, Drs H Halim Falatehan mengatakan, program PJJtersebut sudah diberlakukan di SMK PUI Kota Cirebon sejak tahun 2013 lalu.Hingga kini sudah memasuki tahun kelima dan telah meluluskan satu angkatan.

Menurutnya, melalui program PJJ yang diberlakukantersebut telah membantu keluarga miskin yang terhambat pendidikannya kemudian bisa bersekolah.

“Kita berlakukan ini sudah masuk di tahun kelima, sejak 2013 lalu dan program kita ini sudah dilirik oleh mahasiswa UPI yang melakukan KKN. Ini sudah kedua kalinya,” kata Halim saat ditemui fajarnews.com di kantornya, Sabtu (15/7).

Selain itu jelas Halim, pada tahun 2017 Pemda Jawa Barat baru akan memprogramkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) seperti yang telah dilakukan SMK PUI sejak lima tahun lalu. Kini, kelas tersebut telah tersebar di beberapa daerah yaitu di Argasunya, Sampiran, Wanasaba dan Bungko.

“Sebenarnya program kita ini merupakan jalan pintas dari pemerintah untuk menolong bagi mereka yang miskin. Program ini kita gratiskan, hanya untuk SPP saja, untuk lain-lainnya kami belum sanggup menanganinya,” jelasnya.

Hingga saat ini, Halim mengaku terbantu oleh pemerintah desa yang sudah mensupportnya untuk melaksanakan program PJJ.

Kehadiran PJJ disambut positif oleh warga sekitar karena mereka sangat memerlukan lembaga pendidikan, padahal dari segi financial tidak ada.

“Pendidikan itu yang mahal bukan SPP-nya, akan tetapi biaya operasional anaknya. Apabila mereka sekolah di kota, tentu harus mengeluarkan uang transport dan uang jajan. Bagi orang tua yang ekonominya tidak ada, itu menjadi kendala, tetapi dengan adanya lembaga pendidikan di sekitar kampung mereka, semua dapat sedikit diminimalisir,” jelasnya.

PJJ di SMK PUI kata Halim, diberlakukan berawal dari gagasan Gerakan Anti Putus Sekolah dengan membentuk Posko Anti Putus Sekolah. Semua itudilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tindakan kemanusiaan, makanya dibukalah program kelas jauh atau PJJ.

“Kita buka kelas dan tidak bayar baik itu bukunya, seragamnya, dan lainnya, yang penting anak-anak mau sekolah. Makanya anak-anak KKN bilangnya sekolah IPM, karena sudah membantu menaikkan angka IPM Jabar,” pungkasnya. (Agus Didi)

Loading Komentar....