fajarnews

Soal Lingkungan Jadi Prioritas KKN IAIN Cirebon

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 Juli 2017 | 11:00 WIB

Nawawi
Mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengajak masyarakat Desa Gebangkulon agar selalu menjaga lingkungan dengan bersih-bersih.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Dari hasil penggalian masalah dan observasi yang dilakukan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Desa Gebangkulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon didapat persoalan terkait lingkungan.

Hal itu menjadi salah satu program prioritas pada pelaksanaan KKN yang berlangsung sejak 6 Juli hingga 14 Agustus 2017 mendatang.

Ditemui saat melaksanakan operasi bersih-bersih lingkungan bersama remaja musala Baitul Muslimin, pemuda dan masyarakat desa setempat, Minggu (16/7), Koordinator Bidang lingkungan KKN Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Tito Toki kepada fajarnews.com memaparkan, sejak kedatangannya ke Desa Gebangkulon dan membangun komunikasi dengan masyarakat didapat dua fokus program kegiatan selama KKN. Pertama pada bidang keagamaan dan kedua pada bidang lingkungan.

“Bidang keagamaan di sini terbilang sudah cukup baik, sehingga kita lebih kepada mengikuti kegiatan keagamaan yang ada,” paparnya.

Sedangkan persoalan lingkungan yang meliputi persoalan sampah, kebersihan lingkungan, penghijauan dan lainnya, menurutnya menjadi program prioritas dalam pelaksanaan KKN.

Ke depan dari hasil komunikasi dan sharing, baik dengan pemerintah desa, masyarakat dan beberapa tokoh pemuda dan masyarakat sampai pada akhir pelaksanaan KKN akan dilaksanakan bakti sosial kebersihan secara rutin, penanaman pohon serta pembangunan incenerator (TPS pembakar sampah atau mesin pelebus sampah).

“Baksos kebersihan kita gelar rutin setiap hari Minggu, penanaman pohon sudah dipersiapkan oleh pihak pemdes sementara untuk mesin pelebur sampah masih kita pikirkan bagaimana solusinya,” terang Tito.  

Ditambahkannya, pelaksanaan KKN di Desa Gebangkulon yang diikuti 14 mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon semester 6 berbarengan dengan pelaksanaan KKN dari perguruan tinggi lain di desa yang sama.

Seperti dari Unswagati Cirebon dan Universitas Padjadjaran Bandung, sehingga untuk wilayah KKN disepakati di bagi 3 titik dari 6 dusun yang ada di Desa Gebangkulon.

Untuk mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon konsentrasi pada Dusun 05 dan Dusun 06. “Berharap langkah yang kita lakukan akan menjadi motivasi bagi masyarakat agar kedepan masih tetap mempertahankan tradisi gotong royong membersihkan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” harap Tito. (Nawawi)

Loading Komentar....