fajarnews

KKN Posdaya Mahasiswa IAIN Berbasis Masjid

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 21 Juli 2017 | 08:35 WIB

Runto
Peserta KKN mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon kelompok 33 Desa Serang Kulon foto bersama dengan para remaja masjid setempat.*

Fajarnews.com, CIREBON- Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis masjid yang dilakukan di Kabupaten Cirebon tampaknya dapat membawa hal positif.

Khususnya bagi masyarakat yang ditempatinya, seperti yang berlangsung di Desa Serang Kulon, Kecamatan Babakan.

Posdaya berbasis masjid program yang dibawa peserta KKN mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon kelompok 33 Desa Serang Kulon, berfungsi sebagai budaya untuk belajar bersama antara masyarakat dan mahasiswa. Bidang yang menjadi fokus program Posdaya berbasis masjid  adalah pendidikan, keagaman, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

Dari hasil penyuluhan yang sudah berjalan selama dua minggu, peserta KKN kelompok 33 Desa Serang Kulon menemukan berbagi macam potensi dan masalah.

Salahsatu potensi yang ada di Desa Serang Kulon yakni banyaknya pohon sawo yang tumbuh subur di blok 3.

“Salahsatu potesi di desa ini adalah banyaknya pohon sawo yang dimiliki warga blok 3 Desa Serang Kulon namuan belum dimaksimalkan hasilnya, hanya dijuala di pasar,” ujar Irfa, Ketua Kelompok 33 KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dikatakan Irfa, luasnya lahan pertanian dengan melimpahnya hasil pertanian padi dan sawo di Desa Serang Kulon, tidak sebanding dengan hasil jual yang membuat masyarakat resah.

”Selain memiliki banyak pohon sawo di Desa Serang Kulon, hasil pertanian di sini juga melimpah namum saat dijual kepada tengkulak harganya begitu murah,” ujar Irfa.

Lanjut dia, dari hasil lokakarya desa (Lokdes) yang sudah dilakukan belum lama ini pun muncul berbagai macam masalah.

Di antaranya kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah yang biasa dilakukan secara sembarangan ke saluran air maupuan di bantaran sungai. Hal ituyang bisa membuat pencemaran lingkungan dan menyumbat perairan ke sawah.

“Perangakat desa sangat kesuliatan untuk membuat salauran air agar air lancar ke persawahan. Terkait pembangunan saluaran air ke sawah membutuhkan izin dengan dinas  terkait dan prosesnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Semoga permasalahan ini bisa ditanggapi Pemkab Cirebon saat disampaikan dalam pelaksanan lokakarya kecamatan (Lokcam) maupun lokakarya kabupaten (Lokab),” ujar Diana Juita, dosen pembimbing KKN kelompok 33.

Ditambahkannya, permaslahan sampah yang belum terselesiakan di tingkat kabupaten pun menjadi salahsatu bahasan dalam Lokdes.

Penyelesaian masalah sampah bisa dilakukan dengan mengadakan bank sampah, dengan memilah sampah plastik dan sampah organic.

Menurutnya, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk organik sehingga memiliki nilai jual, sedangkan sampah plastik yang merupakn sampah bernilai ekonomis bisa dikumpulkan dan dijual di bank sampah.

Bank sampah yang dikelola oleh pengurus Posdaya diharapkan bisa mengumpulkan pund-pundi rupiah yang nantinya bisa digunakan untuk pendanan Posdaya di kemudian hari.

“Pendirian bank sampah merupakan salahsatu penyelesaian masalah sampah di desa ini. Diharapkan juga bisa berdiri koperasi Posdaya agar dapat mengelola keuangan maupun pemasaran hasil pertanian dan sawo Desa Serang Kulon,” tandas Diana. (Runto)

Loading Komentar....