fajarnews

Disdik Kota Cirebon Rencanakan Merger Enam SDN Jadi Satu Atap

Redaksi : Andriyana | Senin, 14 Agustus 2017 | 00:07 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon akan memprioritaskan untuk merger SD negeri menjadi satu atap. Bahkan, tahun ini Disdik berencana akan memerger enam SDN menjadi satu, diantaranya SDN Pegajahan, SDN Jagasatru, SDN Kesunean, SDN Kesambi Dalam, SDN Penggung dan SDN Kalitanjung.

Kepala Disdik Kota Cirebon, Jaja Sulaeman mengatakan, tahun ini Disdik berencana akan memerger enam SDN mengingat enam kepala sekolah sudah pensiun. Jadi dipastikan rencana merger tersebut akan segera terealisasi.

“Untuk mensiasati agar efektif dan efisien, maka enam SD sudah dipastikan akan dimarger. Karena saya melihat adanya kepsek yang sudah pensiun sehingga hal itu bisa dilakukan,” kata Jaja kepada fajarnews.com, Minggu (13/8).

Setelah enam SDN tersebut dimerger, maka Disdik akan melihat lagi kepsek mana saja yang akan pensiun di 2018 dan ada berapa jumlahnya. Sehingga tahun depan pun akan dimerger lagi beberapa SD, seperti SDN Kartini, SDN Kebon Baru dan SDN satu atap lainnya.

Ia menilai apabila banyak kepsek yang pensiun, maka pihaknya akan memudahkan untuk melaksanakan merger. Pelaksanaan merger ini bertujuan untuk efisiensi maupun efektif dalam pembelajaran, karena mengurangi sumber daya manusia (SDM) guru, TU, operasional, sarpras dan lain-lainnya.

Saat disinggung terkait kapan pelaksanaan merger enam SDN tersebut, Jaja belum bisa memberitahukan lebih lanjut. Namun yang jelas enam SDN tersebut akan dimerger secara serentak, tidak bertahap. 

“Kami pun tidak menutup kemungkinan bilamana SMPN pun akan menyusul berkaitan dengan rencana tersebut. Tapi hal itu perlu dianalisis terlebih dahulu, karena SDN dengan SMPN cenderung lebih banyak SDN,” jelasnya.

Oleh karena itu, Disdik akan berkonsentrasi terhadap pelaksanaan merger SD. Dirinya mengklaim bahwa rencana merger tersebut dapat mencermati terhadap persaingan antar SD negeri dan swasta, terlebih yang berkaitan sudah tidak sehat lagi.  “Kalau pun SMP dimerger tentu perlu kajian yang lebih mendalam lagi," tambahnya.

Namun, Disdik pun berencana akan memindahkan atau merelokasi salahsatu SMPN di daerah Kebumen. Pasalnya di lingkungan tersebut banyak sekali sekolahnya, padahal daerah Kebumen jauh dari pemukiman warga.

Untuk itu, dirinya akan melakukan studi kelayakan relokasi. Jaja mencontohkan misalnya SMPN 13 akan dipindahkan ke daerah Kebon Pelok. “Bahkan ketika sukses satu sekolah direlokaiskan, maka bisa saja nanti akan ada relokasi SMPN ke daerah Kesambi,” tandasnya

WINARNO

Loading Komentar....