fajarnews

IAINU Kebumen Ajak ISIF Cirebon Sharing Kurikulum

Redaksi : Andriyana | Jumat, 18 Agustus 2017 | 15:59 WIB

WINARNO
Ketua Yayasan Fahmina, Husein Muhammad (tengah) didampingi Rektor ISIF Cirebon, Hj. Afwah Mumtazah (kiri) dan Rektor IAINU Kebumen, Imam Syatibi

Fajarnews.com, CIREBON - Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen Jawa Tengah mengajak Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon dan Yayasan Fahmina untuk bekerjasama sharing kurikulum, dan implementasi Tri Darma perguruan tinggi yang berlangsung di Aula Gus Dur ISIF Cirebon, Rabu (16/8). Sebab, ISIF Cirebon dinilai memiliki keunggulan riset, gender, toleransi dan pluralisme yang tak dimiliki perguruan tinggi lainnya.

Rektor ISIF Cirebon, Hj Afwah Mumtazah mengatakan, kerjasama tersebut tercakup dalam dua poin yakni IAINU Kebumen ingin belajar ke ISIF dan Yayasan Fahmina tentang komitmen dalam melestarikan nilai-nilai idealisme kepada mahasiswa. Sebab, mereka belum bisa konsisten sebagaimana ISIF Cirebon dan Fahmina, karena masih terjebak dengan formalitas seperti kampus umum lainnya.

“Sementara ISIF ingin belajar kepada IAINU Kebumen tentang managemen dan administrasi kampus, karena IAINU sudah berhasil membuka pascasarjana dalam waktu yang relatif singkat,” kata Afwah.

Ia menjelaskan, IAINU Kebumen dan ISIF Cirebon ingin bersama-sama untuk meneguhkan dan melestarikan budaya lokal masing-masing. Sehingga bisa menjadi icon bagi siapa saja yang ingin belajar budaya lokal maka IAINU Kebumen atau ISIF Cirebon tempatnya.

“Harapannya kedua instansi akan saling support, saling mengisi untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut di atas dalam wujud kerjasama yang real seperti saling magang,” ucapnya.

Sementara itu Rektor IAINU Kebumen, Jawa Tengah, Imam Syatibi menyatakan, ISIF ini memiliki distingsi atau keunggulan yang tak dimiliki perguruan tinggi lain. Jadi ISIF memiliki ciri khas atau keunggulan, misalkan berbasis riset, konsisten dalam gender.

“Kita sudah sedikit tahu dari profil website ISIF Cirebon. Hal ini menurut kami sangat menarik karena basis keilmuan seperti ini tak dimiliki semua perguruan tinggi dan ini seolah-olah mengambil isu kemanusiaan, pluralisme, toleransi,” bebernya.

Dari keunggulan tersebut, lanjut dia, sangat menarik untuk dikembangkan di perguruan tinggi lain atau setidaknya IAINU Kebumen banyak belajar kajian kurikulum. “Nanti hasil studi kita akan mencoba mensinkronisasikan dalam konten kurikulum yang bermuatan gender, demokrasi, fiqh sosial, dan sebagainya,” terang dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah melakukan MoU pihaknya berharap bisa menjadi payung kerjasama yang efektif yang optimal tidak sekadar legal formal saja. Namun bisa membangun kemitraan bersama, baik dalam bentuk kegiatan riset, penelitian, pengabdian, dan pengajaran.

“Nanti kita bisa mencari pola kerjasama saling menguntungkan IAINU dengan ISIF bisa dalam bentuk pertukaran mahasiswa, dosen, atau pelatihan bersama dan bisa juga sharing antara kedua perguruan tinggi tersebut,” pungkasnya.

WINARNO

Loading Komentar....