fajarnews

STIKes Mahardika Gelar Semiloka Kurikulum

Redaksi : Andriyana | Selasa, 22 Agustus 2017 | 00:34 WIB

WINARNO
Salah satu perwakilan prodi tengah membeberkan materi kurikulum yang kurang up date, sehingga perlu ada perbaikan

Fajarnews.com, CIREBON - Upaya perbaikan kurikulum terus dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mahardika Cirebon. Hal itu dengan menggelar semiloka kurikulum yang dihadiri para dosen, alumni, puskesmas, rumah sakit dan steakhokder kesehatan lainnya yang berlangsung di salahsatu hotel Kota Cirebon, Senin (21/8).

Kegiatan semiloka bertajuk kurikulum sebagai pedoman pembelajaran yang berbudi, ilmiah, berbudaya dan tanggap dalam pembangunan bangsa. Kegiatan tersebut untuk menampung masukan-masukan dari sejumlah steakhokder kesehatan yang hadir. 

Ketua STIKes Mahardika, Yani Kamasturiyani mengatakan, kegiatan semiloka ini salahsatu prasyarat setiap perguruan tinggi untuk mengikuti kurikulum baru yang disarankan Dikti ataupun profesi. Kegiatan ini menampung semua masukan untuk perbaikan dari semua steakhokder, alumni, magang mahasiswa, dan institusi kesehatan. 

“Artinya mitra yang berhubungan dengan STIKes Mahardika seperti rumah sakit, puskesmas dan lain-lainnya memberi masukan untuk perubahan kurikulum,” kata Yani kepada fajarnews.com. 

Ia menjelaskan, semiloka ini diikuti empat program studi (Prodi), akan tetapi prodi yang mengalami perubahan hanya dua yaitu Perekam Informasi Kesehatan, dan Keperawatan. “Ada semacam masukan dari mereka (pengguna) yang nanti disesuaikan, jadi nanti ada berita acara,” terangnya. 

Yani menuturkan, perubahan dua prodi tersebut nanti bisa praktik dan teori, misalkan mata kuliah koding atau pengkodean (pasien). Dengan demikian tidak akan ada lagi kesalahan. 

Lebih lanjut Yani mengatakan, sesi pertama nanti masukan-masukan dan sesi kedua akan mendatangkan ahlinya Asosiasi Institusi Pendidikan Perawat Indonesia (AIPPNI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan (APTIRMIK). 

“Mata kuliah ada yang mengalami perubahan juga, misalnya mata kuliah anatomi fisiologi awalnya diberikan semester dua, bisa saja jadi semester enam,” tuturnya. 

Ia mengaku, setelah diberikan masukan dan perbaikan, nantinya akan langsung diterapkan. “Mengevaluasi apakah kurikulum ini cocok tidak dengan perkembangan zaman. Dan kurikulum pun harus dievaluasi maksimal lima tahun sekali,”  tandasnya. 

WINARNO

 

Loading Komentar....