fajarnews

Siswa SMATER Tak Bisa Pindah ke Sekolah Formal

Redaksi : Andriyana | Jumat, 25 Agustus 2017 | 15:11 WIB

WINARNO
Ketua MKKS SMAN Kota Cirebon, H Suroso

 

Fajarnews.com, CIREBON - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Cirebon menegaskan, bahwa peserta didik yang terdaftar di Sekolah Terbuka atau SMATER tak bisa pindah ke sekolah formal. Pasalnya, data pokok kependidikan (Dapodik) SMATER berbeda dengan Dapodik sekolah formal, dalam hal ini SMA.

Ketua MKKS SMAN Kota Cirebon, H Suroso mengatakan, SMATER ini dibuka untuk peserta didik yang berumur dari 16-21 tahun yang belum mengenyam pendidikan SMA atau miliki ijazah. Ditambah pula SMATER ini diperuntukkan bagi anak didik yang kurang mampu, terpencil, dan lain-lainnya.

“Kalau anak yang sudah daftar ke SMATER, maka tak bisa pindah ke sekolah formal, karena beda dapodik-nya. Jadi harus tiga tahun sekolah SMATER, tak bisa pindah di sekolah formal ketika sudah kelas XI ataupun XII,” kata Suroso saat ditemui fajarnews.com di ruang kerjanya, Kamis (24/8).

Ia menyatakan, untuk masyarakat yang ingin mendaftar ke SMATER, maka bebas menentukan pilihannya, baik di SMATER yang menginduk ke SMAN ataupun SMA swasta.

“Kita gak bisa memaksa masyarakat ketika keinginannya mendaftar SMATER di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4 dan SMAN lainnya. Karena masyarakat berhak menentukan pilihannya,” ucapnya.

Saat disinggung ketika anak didik yang ingin mendaftar tapi lebih dari 21 tahun, dia menjelaskan bahwa hal tersebut tidak boleh. Sebab, usia tersebut masuknya sekolah Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Meski sudah dibuka beberapa minggu lalu, kata dia,  akan tetapi belum ada yang mendaftar di SMATER yang menginduk ke SMAN 4 Kota Cirebon. Padahal pihaknya sudah sosialisasi ke kecamatan-kecamatan, dan lurah, namun hingga saat ini belum ada yang mendaftar di SMATER SMAN 4 Kota Cirebon.

“Sampai akhir ini belum ada yang daftar SMATER di SMAN 4, kemarin ada yang nanya tapi anaknya ingin pindah ketika ganti semester. Kami sudah jelaskan bahwa hal itu tak bisa, karena beda Dapodik,” bebernya.

Ia menyatakan, masyarakat masih belum mengetahui secara komprehensif tentang apa itu SMATER. Justru ada orangtua yang menyangka bisa pindah ke sekolah induk. Padahal SMATER itu pembelajarannya 80 persen daring atau online dan 20 persen tatap muka.

“Berbeda dengan sekolah formal yang semuanya harus tatap muka,” jelasnya.

Ia berpesan kepada masyarakat boleh saja memiliki keinginan, akan tetapi harus didasari dengan kemampuan akademis, skill dan lain-lainnya. “Dengan memiliki kemampuan tersebut, dirinya meyakini bahwa anak didik bisa bersekolah sesuai keinginannya,” tandasnya.

WINARNO

Loading Komentar....