fajarnews

Sekolah Lima Hari di SMPN Segera Dievaluasi

Redaksi : Andriyana | Jumat, 8 September 2017 | 16:42 WIB

Fajarnews.com, CIREBON - Presiden Joko Widodo yang telah mengesahkan Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan memberikan pilihan kepada sekolah untuk menerapkannya yakni bisa lima atau enam hari sekolah.

Namun demikian di Kota Cirebon ada sekitar delapan SMPN yang telah menerapkan sekolah lima hari sejak tahun ajaran baru 2017/2018.

Melihat hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cirebon, H Jaja Sulaeman berjanji akan mengumpulkan kepala sekolah yang telah menerapkan sekolah lima hari untuk dievaluasi.

Sebab, Presiden telah mengesahkan bukan lagi mengacu pada sekolah lima hari akan tetapi pada PPK, sehingga dalam penerapannya tentu bisa diterapkan dalam enam hari sekolah.

“Kalau melihat Perpres 87 Tahun 2017 tersebut intinya diserahkan kepada masing-masing, karena penerapan PPK bisa enam hari atau lima hari sekolah. Jadi Kota Cirebon harus mengacu hal tersebut, bukan Full Day School tapi lebih kepada pendidikan karakter,” kata Jaja saat ditemui fajarnews.com di ruang kerjanya, Kamis (7/9).

Saat disinggung terkait Wali Kota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH yang telah menandatangani penolakan FDS di Kota Cirebon, Jaja akan segera merespons kebijakan tersebut. Pihaknya akan mengevaluasi delapan sekolah yang telah menerapkan sekolah lima hari pada tahun ajaran 2017/2018 tersebut.

“Kita evaluasi dari delapan sekolah tadi, apakah memenuhi sesuai kepres atau tidak,” ujarnya.

Dikatakan Jaja, ketika ada salahsatu sekolah telah memenuhi syarat PPK  dan menjadikan efektivitas dalam proses pembelajarannya, tentu hal itu bisa dilanjutkan.

Namun melihat kondisi yang ada, dirinya pesimis. Sebab, penerapan kebijakan itu tentu perlu diperhatikan sesuatu yang mendukung, seperti anak, guru, sarpras, dan bentuk dukungan lainnya.  “Penerapan sekolah lima atau enam hari itu juga tentu harus mendapatkan persetujuan dari orangtua agar penerapannya bisa berjalan lancar,” imbuhnya.

Ia menilai, sebetulnya Pemkot Cirebon memiliki Perda Diniyah Takmiliyah yang tengah diaplikasikan kepada lima SD dan lima SMPN. Dan hal tersebut sebetulnya sejalan dengan penguatan pendidikan karakter, karena ada nilai religius.

Terkait SMPN 1 yang merupakan satu-satunya sekolah percontohan sekolah lima hari di Jawa Barat, Jaja menjelaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Sebetulnya program ini uji coba. Jadi saya kira perlu dievaluasi secara bertahap dalam pelaksanaannya, karena pasti ada kekurangan dan kelebihannya,” terangnya.

Sementara itu, guru Geografi SMAN 7 Kota Cirebon, Indra Yusuf menyatakan, kebijakan sekolah lima hari tidak jelas dan tidak matang karena antara kondisi lapangan dengan pusat berbeda.

Sebetulnya tanpa PPK tersebut, pihaknya terbebani karena harus berlakukan 46 jam selama seminggu. “Apalagi ditambah sekolah lima hari, tentu waktunya semakin padat,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, kurikulum 2013 atau kurtilas sudah cukup pendidikan karakter sudah masuk dalam Rencana Program Pembelajaran (RPP) semua mata pelajaran. “Saya kira perlu persiapan dan perencanaan matang,” tuturnya.

Ia menilai, penerapan PPK ini hanya sebatas waktunya saja belum masuk pada mapel secara komprehensif dan belum pada penanaman nilai PPK. “Mungkin di SMAN 7 baru tahap pengamanan karakter lewat literasi, tata tertib dan peningkatan ekstrakurikuler,” imbuhnya.

Ia mengaku, kalau sekolah menerapkan lima hari itu membutuhkan stamina dari guru dan siswa karena proses pembelajaran yang sangat panjang. “Jadi kebanyakan para siswa dan guru lebih cape,” katanya.

Salahsatu siswa SMAN 7, Irwan Mamlukat kelas XII IPS 5 mengakui, penerapan lima hari sekolah lebih cape dibandingkan dengan sekolah enam hari. Pasalnya, waktu belajar yang cukup panjang.

Apalagi ketika pulang sore banyak pekerjaan rumah (PR) atau tugas. Jadi malam hari harus mengerjakan. “Jadi waktu Sabtu-Minggu pun saya gunakan hanya untuk tidur dan tidak kemana-mana,” pungkasnya.

WINARNO

Loading Komentar....