fajarnews

IAIN Orientasi Nilai Dasar Gerakan Pramuka

Redaksi : Andriyana | Senin, 11 September 2017 | 00:56 WIB

HASAN
Pemateri seminar, Herman Khaeron menyampaikan materi tentang Empat Pilar Kebangsaan pada ONGDP tahun 2017 IAIN Cirebon

Fajarnews.com, CIREBON - Sebanyak 857 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan Orientasi nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) tahun 2017. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun oleh Gerakan Pramuka pangkalan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini berlangsung dua hari, 9-10 September 2017.

Tahun ini ONGDP mengambil tema “Gerakan Pramuka Menjaga NKRI, Menyiapkan Pemimpin Bangsa.” Ketua pelaksana ONGDP 2017, Alya Rosyidah mengatakan, kegiatan ini dalam rangka orientasi bagi mahasiswa baru IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dijelaskannya, acara tersebut diisi seminar dengan pemateri nasional yakni anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Satgiat Gerakan Pramuka Peduli Kwarda Jawa Barat, Herman Khaeron.

Selain itu, acara ini diisi juga dengan penampilan seni. “Ini kegiatan rutin setiap tahun. Tahun ini diikuti oleh 857 peserta,” kata Alya saat ditemui fajarnews.com di sela acara, Sabtu (9/9).

Dijelaskannya, peserta terdiri dari mahasiswa tiga fakultas yakni Fakultas Tarbiyah, Fakutlas Ushuludin Adab dan Dakwah, serta dari Fakultas Syariah Ekonomi Islam.

Alya menerangkan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengenalkan bahwa Pramkuka itu bukan hanya kegiatan baris berbaris, tetapi di dalamnya pun terdapat pengenalan budaya-budaya bangsa seperti budaya Cirebon dan lain sebagainya.

“Pramuka juga harus terus mengasah pengetahuan, baik pengetahuan umum, pengetahuan keilmuan sampai pengetahuan kekinian yang sedang ramai di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dari kegiatan ini, dirinya berharap semoga mahasiswa IAIN Syekh Nurjati tahun ini mampu menjadi mahasiswa yang diharapkan oleh bangsa dan negara. “Hasil dari kegiatan ini tentunya akan diaplikasikan oleh para mahasiswa pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara Herman Khaeron yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dalam pemaparan materi seminar mengatakan, empat pilar kebangsaan merupakan sebuah konsesus yang tidak bisa ditawar lagi di Indonesia. Menurutnya, jika ada yang tidak sepaham dengan empat pilar kebangsaan, maka pemikiran tersebut tidak relevan.

“Saya kira kalau ada yang mempermasalahkan Pancasila itu ‘Jadul’. Pancasila itu ya ideologi bangsa kita,” katanya.

Pria yang akrab disapa Hero ini menambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasaila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika merupakan kewajiban setiap anggota DPR RI dan juga seluruh pejabat di Indonesia, baik dari tingkat pusat hingga tingkat daerah kota dan kabupaten.

Menurutnya, hal itu pun harus dilakukan secara rutin agar pemahaman akan Indonesia bisa dicerna dengan baik oleh seluruh kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia. Baik dalam hal persatuan dan kesatuan, kebersamaan, saling menghormati, menghargai, menjaga dan toleransi yang besar kepada sesama umat agama lain, suku, ras dan lain sebagainya.

“Empat pilar ini tonggak berdirinya bangsa kita, jangan kita lupakan. Kami di DPR RI wajib melakukan sosialisasi dan kami akan gencar tanpa putus untuk sosialisasikan empat pilar ini,” katanya.

Hero juga meyakinkan kepada ratusan anggota Pramuka di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bahwa empat pilar kebangsaan sangat berkaitan dengan nilai dasar pramuka. Menurutnya nilai dasar pramuka diatur juga melalui empat pilar kebangsaan.

“Nilai-nilai dasar pramuka sebagian dari nilai empat pilar kebangsaan. Ini hebat memadukan tema pramuka, empat pilar dan pemimpin muda. Hubungannya dengan menyiapkan pemimpin muda melalui empat pilar kebangsaan ya ada. Contohnya melalui pendekatan kulutural, kita perkenalkan budaya dan kearifan lokal pada generasi muda yang nanti bisa menjadi pemimpin,” ungkapnya

M. HASAN HIDAYAT

Loading Komentar....